AKHLAQ DAN TASAWUF
AKHLAK TASAWUF
Definisi, Ruang Lingkup, dan Dasar-dasarnya
A. Definisi Akhlak
Secara Bahasa : berarti budi pekerti, adat kebiasaan, perangai, muru’ah atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi’at.
Secara Istilah:
Ibnu Miskawaih : Sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan
Imam Al-Ghazali : (Sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan)
Secara Substansi, perbuatan akhlak memiliki ciri-ciri
-Perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa dan telah menjadi kepribadian.
-Perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
-Timbul dari dalam diri tanpa adanya paksaan dari orang lain.
-Dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan sandiwara.
-Akhlak yang baik dilakukan ikhlas karena Allah SWT.
Ruang Lingkup Akhlak Islami
-Sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan manusia kepada Allah. Misal: takwa kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya, beribadah, dll.
-Tidak hanya terkait larangan menyakiti badan, membunuh dan mengambil harta tanpa alasan yang benar, melainkan juga sampai pada larangangan menyakiti hati.
-Lingkungan dimaksud adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda tak bernyawa.
Ruang Lingkup Akhlak
-Allah
-Manusia
-Lingkungan
Hubungan akhlak dengan etika, moral, susila
-Etika : Pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia.
-Moral : Suatu nilai atau sistem hidup yang dilaksanakan atau diberlakukan oleh masyarakat dan munculnya diyakini akan memberikan harapan kebahagiaan dan ketenteraman.
-Susila : Aturan hidup yang lebih baik: kesusilaan lebih mengacu pada upaya memandu, mengarahkan dan membiasakan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
B. Definisi Tasawuf
1.) Secara Etimologi
1. Dikonotasikan dengan ahl ash-shuffah, yaitu sekelompok orang di masa Nabi yang banyak berdiam berdiri di serambi masjid dan mengabdikan dirinya untuk beribah kepada Allah SWT.
2. Berasal dari kata shafâ yang artinya suni.
3. Berasal dari kata shaff yang dinisbahkan kepada orang yang ketika shalat selalu berada di barisan belakang.
4. Dinisbahkan dengan kata shopos (Yunani) yang disamakan dengan kata hikmah (Arab) yang berarti kebijaksanaan.
5. Berasal dari kata shûf. Yaitu kain dari bulu wol yang kasar.
2.) Secara Terminologi
Tasawuf adalah usaha melatih jiwa yang dilakukan denganu sungguh-sungguh, yang dapate membebaskan manusia dari pengaruh kehidupan dunia untuk ber-faqarrub kepada Tuhan sehingga jiwanya bersih. mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupannya dan menemukan kebahagiaan spiritual. Sufi adalah orang yang bersih dari kotoran, penuh pemikiran dan hanya memusatkan semata-mata pada Allah. baginya, antara harta benda dan tanah liat bernilai sama (Syaikh Abu Muhammad Sahl bin Abdullah At-Tustarij).
Tasawuf adalah Ilmu yang menerangkan cara-cara mencuci bersih jiwa, memperbaiki akhlak dan membina kesejahteraan lahir serta batin untuk mencapai kebahagiaan yang abadi (Syaikh Islam Zakaria al-Anshar)
Tasawuf adalah sistem latihan dengan kesungguhan untuk membersihkan, mempertinggi dan memperdalam aspek kerohanian dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sehingga segala perhatiannya hanya tertuju kepada Allah SWT. (H.M. Amin Syukur)
3.) Tujuan Tasawuf
1. Pembinaan aspek moral, meliputi mewujudkan kestabilan jiwa yang berkesinambungan, penguasaan dan pengendalian hawa nafsu, sehingga konsisten kepada keluhuran moral.
2. Ma'rifatullah melalui penyingkapan langsung atau metode kasyf al-hijab.
3. Membahas bagaimana pengenalan dan pendekatan diri kepada Allah secara mistisfilosofis pengkajian hubungan antara Tuhan dan makhluk - terutama hubungan manusia dengan Tuhan dan apa arti dekat dengan-Nya.
4.) Tasawuf = Mistisisme
Ciri-ciri Mistisisme:
1. Peningkatan Moral;
2. Pemenuhan Fana' (Sirna) dalam realitas mutlak;
3. Pengetahuan intuitif langsung:
4. Ketenteraman atau kebahagiaan.
5.) Dasar-Dasar Tasawuf dalam Al-Qur'an
-QS. Qaf [50]: 16 yang artinya kurang lebih: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
-QS. Fathir [35]: 5 yang artinya kurang lebih: "Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar,maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdaya.
-QS. At-Tahrim [66]: 8: QS. Al-Maidah [5]: 54; QS. Al-Baqarah [2]: 115, 186: QS. An-Nur [24]: 35; QS. An-Nisa [4]: 77.
6.) Dasar Tasawuf dalam Hadist
Dalam Hadist Qudsi disebutkan: "Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw, bersabda, bahwa Allah SWT. berfirman: 'Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan peperangan terhadapnya. Tidak ada sesuatu yang mendekatkan hamba-Ku kepada-Ku yang Aku sukai daripada pengamalan yang Aku wajibkan atasnya. Kemudian hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amal-amal sunnah, maka Aku senantiasa mencintainya. Jika Aku telah cinta kepadanya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, Aku tangannya yang dengannya ia memukul dan Aku kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku, Aku perkenankan pemohonannya. Jika ia meminta perlindungan, ia Aku lindungi. Dan jika ia mengulang-ulang sesuatu maka Aku adalah pelakunya, sebagaimana keraguan seorang mukmin yang membenci kematian sementara Aku membenci keburukannya." (HR.Al-Bukhori).
7.) Dasar Hukum Tasawuf
-Manusia dalam pandangan islam
1. Unsur Materi (Qs. As Sajdah : 7-8)
Tanah = Fisik
Manusia materi = Manusia rendahan
2. Unsur Non-Materi (As-Sajdah : 9, Al Isra' : 175, Al-Qadr : 4)
Nafkah = Ruh
Manusia Spiritual= Manusia Mulia
No comments:
Post a Comment