Monday, November 28, 2022

MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAUBAT DAN SABAR

MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAUBAT DAN SABAR

Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)

A. MAQAMAT DALAM SABAR

Maqam adalah tingkatan seseorang hamba di hadapan Tuhannya dalam hal ibadah dan latihan latihan jiwa yang dilakukannya (Zulkifli, Jamaluddin) Maqam secara bahasa berarti pangkat atau derajat. Sementara menurut istilah ilmu tasawuf, magamat adalah kedudukan seorang hamba di hadapan Allah, yang diperoleh dengan melalui peribadatan, mujahadat dan lain-lain, latihan spritual serta (berhubungan) yang tidak putus-putusnya dengan Allah swt. atau secara teknis magamat juga berarti aktivitas dan usaha maksimal seorang sufi untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kedudukannya (magam) di hadapan Allah swt dengan amalan-amalan tertentu sampai adanya petunjuk untuk mengubah pada konsentrasi terhadap amalan tertentu lainnya, yang diyakini sebagai amalan yang lebih tinggi nilai spirituanya di hadapan Allah swt

Dalam rangka meraih derajat kesempumaan, seorang sufi dituntut untuk melampaul tahapan-tahapan spiritual, memiliki suatu konsepsi tentang jalan (tharikat) menuju Allah swt., jalan ini dimulai dengan latihan-latihan rohaniah (riyadhah) lalu secara bertahap menempuh berbagai fase yang dalam tradisi tasawuf dikenal dengan maqam (tingkatan). Tingakatan (maqam) adalah tingkatan seorang hamba di hadapan Allah tidak lain merupakan kualitas kejiwaan yang bersifat tetap, inilah yang membedakan dengan keaadaan spiritual (hal) yang bersifat sementara. Menurut Muhammad Al-Kalabazy, Maqamat terdiri dari 10 tingkatan yaitu 
1. TAUBAT 
2. ZUHUD 
3. SABAR 
4. FAQR
5. TAWADHU
6. TAKWA 
7. TAWAKKAL
8. RIDHA
9. MAHABBAH 
10. MA'RIFAT



B. MAQAMAT DALAM TAUBAT

PENGERTIAN TAUBAT
Secara etimologi, taubat berasal dari bahasa Arab. Yaitu dari kata توب ة - ي توب ت اب yang artinya kembali dari maksiat kepada taat secara terminologi islam arti taubat adalah meninggalkan maksiat dalam segala hal, menyesali dosa yang pernah di perbuat dan tidak mengulanginya kembali. Taubat menurut istilah para sufi adalah kembali kepada ketaatan .dari perbuatan maksiat, kembali dari nafsu kepada haq (jalan kebenaran)

Tiga macam taubat
1. Al-taubah bagi orang awam, yaitu menyesali dan meninggalkan dosa-dosa lahir, seperti pembunuhan, zina, pencurian dan sebagainya.
2. Al-taubah bagi orng khawwas, yaitu menyesali dan meninggalkan dosa-dosa batin, seperti kesombongan, keangkuhan dengki dan sebagainya..
3. Al-taubah bagi orang khawwas al-khawwas, yaitu menyesal dan meninggalkan perbuatan lalai dari zikir, Karena keistimewaan gologan ini adalah batinnya selalu ingat akan Allah swt.

DALIL TAUBAT
QS. At-Tahrim ayat 8

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّتِ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الألهز يوم لا يخزى الله التين والذِينَ ءامَنوا مَعَة لوزهم يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَأَغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَىٰ كل شيء قدير

TERJEMAHAN
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah- mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahankesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang- orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Mengenai makna taubat nasuha dikemukakan dalam tafsir Sa,id Hawwa: Taubat yang benar atau yang mumi. Istilah taubat nasuha dalam ayat Tersebut dimaknai oleh Sa'id Hawwa yaitu taubat sadiqah (jujur, benar) dan khalisah (murni, bersih, tulus).

Selanjutnya dijelaskannya dengan mengutip Ibnu Kasir bahwa taubat nasuha adalah taubat yang menghapus kesalahan yang lewat. Berbagai kekusutan ataupun kesalahan yang membuat diri terhina dan rendah lalu dihimpun dan menjadi terhapus dengan taubat. Artinya taubat tersebut berfungsi menghilangkan dan menghapus kesalahan. Taubat juga dipahami dapat memutus rangkaian dosa ibarat memutus tali yang mengikat suatu benda. Apabila ujung tali dekat benda tersebut dipotongmaka tidak ada lagi hubungan tali dengan benda tersebut. Begitulah tujuan yang dikehendaki dari taubat nasuha.

TAUBAT MENURUT PARA TOKOH SUFI

1. Imam Al-Ghazali
Beberapa konsep taubat yang diterangkan dalam kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghazali Imam al-Ghazali berpendapat bahwa, taubat adalah suatu usaha dari beberapa pekerjaan hati. Singkatnya, taubat itu ialah membersihkan hati dari dosa.

2. Rabi'ah Al-Adawiyah
Taubat mempunyai beberapa tingkatan
a) Tingkat pertama dari taubat adalah dengan membiarkan seseorang merasa bersalah dan menyesali perbuatannya secara mendalam.
b) Tingkat kedua, penyesalan (taubat) berarti menghapuskan kebiasaan masa lalu serta perilaku yang terus diulang okeh seseorang. 
c) Tingkat ketiga, menekankan bahwa bertaubat berarti membebaskan seseorang dari kecenderungan untuk tidak adil, rasa permusuhan, serta terhapusnya dorongan prasangka yang merusak. 

3. Dzun Nun Al-Mishri
Al-Misri membagi taubat menjadi tiga tingkatan, yaitu:
a) Orang yang bertaubat karena dan dosa dan keburukannya; 
b) Orang yang bertaubatdari kelalaiannya dan kealfaannya dalam mengingat Tuhan, subat karena memandangkebaikan dan ketaatannya

CONTOH SIKAP DAN PERILAKU
TAUBAT
1 Ikhlas artinya, taubat pelak dosa harus ikhlas ser ama-mata karena Allah Swt. bukan karena lainnya.
2. Menyesali dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama sekali maksiat yang telah dilakukannya, 
4. Tidak mengulangi artinya, seorang muslim harus bertekad tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar yaitu memohon ampun kepada Allah Swt atas dosa yang dilakukan terhadap hak-Nya
6. Memenuhi hak bagi orang-orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya, sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi Muhammad Saw. "Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba-Nya selama nyawanya belum sampai tenggerokan." (HR. At-Tirmidzi)

TAUBAT MENURUT PARA TOKOH SUFI
1. Imam Al-Ghazali
Beberapa konsep taubat yang diterangkan dalam kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghazali Imam al-Ghazali berpendapat bahwa, taubat adalah suatu usaha dari beberapa pekerjaan hati. Singkatnya, taubat itu ialah membersihkan hati dari dosa.

2. Rabi'ah Al-Adawiyah
Taubat mempunyai beberapa tingkatan
a) Tingkat pertama dari taubat adalah dengan membiarkan seseorang merasa bersalah dan menyesali perbuatannya secara mendalam.
b) Tingkat kedua, penyesalan (taubat) berarti menghapuskan kebiasaan masa lalu serta perilaku yang terus diulang oleh
c) Tingkat ketiga, menekankan bahwa bertaubat berarti membebaskan seseorang dari kecenderungan untuk tidak adil, rasa permusuhan, serta terhapusnya dorongan prasangka yang merusak seseorang

3. Dzun Nun Al-Mishri
Al-Misri membagi taubat menjadi tiga tingkatan, yaitu:
a) Orang yang bertaubat karena dan dosa dan keburukannya; 
b) Orang yang bertaubat dari kelalaiannya dan kealfaannya dalam mengingat Tuhan, 
c) Subat karena memandangkebaikan dan ketaatannya.

CONTOH SIKAP DAN PERILAKU

TAUBAT
1 Ikhlas artinya, taubat pelak dosa harus ikhlas ser ata-mata karena Allah Swt. bukan karena lainnya.
2. Menyesali dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama sekali maksiat yang telah dilakukannya, 
4. Tidak mengulangi artinya, seorang muslim harus bertekad tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar yaitu memohon ampun kepada Allah Swt atas dosa yang dilakukan terhadap hak-Nya
6. Memenuhi hak bagi orang-orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya, sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi Muhammad Saw.
"Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba-Nya selama nyawanya belum sampai tenggerokan." (HR. At-Tirmidzi)

MAQAMAT SABAR

PENGERTIAN SABAR

Secara harfiah, sabar artinya tabah hati, Di kalangan para sufi, sabar diartikan sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah, dalam menjauhi segala larangan-Nya, dan dalam menerima segala percobaan yang ditimpakan-Nya pada diri kita. Dalam perspektif tasawuf sabar berarti menjaga menjaga adab pada musibah yang menimpanya, selalu tabah dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya serta tabah menghadapi segala peristiwa. Makna sabar menurut ahli sufi pada dasamya sama yaitu sikap menahan diri terhadap apa yang menimpanya.

DALIL SABAR

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَسْتَعِينُوا بالخير والصلوة إن الله مع الصبرين

QS. Al-Baqarah Ayat 153

TERJEMAHAN

Hai orang-orang yang percaya, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar." (QS al-Baqarah 2:153)

Di dalam Al-Qur'an disebutkan berbagai jenis kesabaran yang utama, Salah satunya : 
1). Sabar dalam menghadapi berbagai cobaan di dunia
"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. Al-Balad: 4) 
2). Sabar untuk tidak memperturutkan yang diinginkan oleh hawa nafsu. Sehubung dengan hal ini, Allah SWT. Telah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang mengerjakan hal tersebut maka sungguh mereka itu termasuk golongan orang yang merugi." (QS. Al-Munafiqun: 9)
3). Tetap bersabar, tidak pernah melirik pada kesenangan yang dimiliki oleh orang lain dan tidak terperdaya oleh harta serta anak-anak yang dimiliki oleh mereka.

SABAR MENURUT PARA TOKOH SUFI
1. Imam Al-Ghazali Al-Ghazali membagi sabar berdasarkan tingkat tiga yaitu terbagi menjadi tingkatan: 
a) Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya karena ia mempunyai daya juang yang tinggi.
b) Orang yang kalah oleh hawa nafsunya, ia telah mencoba bertahan atas dorongan hawa nafsunya, tetapi karena kesabaranya lemah maka ia kalah.
c) Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsu tapi suatu ketika ia kalah dorongan karena besarnya  nafsu Meskipun demikian, ia bangun lagi dan terus bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut. 
2. Dzun Nun al-Misn, sabar artinya menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, tetapi tenang ketika mendapatkan cobaan, dan menampakkan sikap cukup walaupun sebenamya bearda dalam kefakiran dalam bidang ekonomi.
3. A-Kalabadzi, mengatakan bahwa sabar adalah pengharapan akan kesenangan atau kegembiraan dari dan ini lebih tinggi maksudnya seseorang tak seharusnya mencari kesenangan atau kegembiraan.

CONTOH SIKAP DAN PERILAKU sabar

Perilaku sabar sebagai per jhayatan dan pengaman QS. al-Baqarah/2:153 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut. 
1. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt. Seperti sholat Ketika mendengar adzan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan berjamaah, Ketika bel berbunyi segera masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. 
2. Sabar dalam maksiat atau larangan Allah Swt. Seperti ketika diajak membolos sekolah teman temannya segera menolak dan melarangnya untuk membolos. 
3. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti Ketika terkena musibah sakit panu tidak mengeluh dan putus asa untuk berusaha mencari obatnya.

No comments:

Post a Comment

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO  Oleh : Qonita Salma Safira (21311103) A. MA'RIFAT 1. DEFINISI MA’RIFAT  Secara bahasa b...