Thursday, December 1, 2022

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO 

Oleh : Qonita Salma Safira (21311103)

A. MA'RIFAT

1. DEFINISI MA’RIFAT 

Secara bahasa berasal dari kata arafa-yu'rifu-Irfan, berarti; mengetahui, mengenal atau pengetahuan illahi. Secara terminologi ma’rifat berarti mengenal dan mengetahui berbagai ilmu secara rinci atau dapat diartikan sebagai pengetahuan maupun pengalaman secara langsung atas realitas mutlak Tuhan. Orang yang mampunyai ma'rifat disebut arif. Ma’rifat merupakan pengetahuan yang objeknya bukan hal-hal yang bersifat eksoteris (zahiri), tetapi lebih mendalam terhadap penekanan esotris (bathiniyyah). Ma’rifat itu bukan hasil pemikiran manusia, tetapi tergantung kepada kehendak dan rahmat Tuhan, marifat merupakan pemberian Tuhan kepada orang yang dipandang Allah sanggup menerimanya.

Ma'rifat Menurut Para Tokoh Tassawuf

Zu Al-nun Al-Misri (Orang pertama yang menganalisis ma'rifat secara konseptual). Hakikat ma’rifat adalah al-haq itu sendiri. Ma’rifat kepada allah tidak dapat ditempuh dengan pendekatan akal dan pembuktianpembuktian,tetapi dengan jala ma’rifat batin yakni Allah SWT menyinari hati manusia dan menjaganya dari kecemasan. Dan sifat yaitu cahaya hati seseorang arif dengan anugerah dari-Nya sanggup menemebus realitas sebagaimana al-Haq melihatnya. Pada tingkatan seorang yang arif ia akan mendapati penyingkatan hijab (Kasyf al-hijab). Sifat-sifat manusia perlahan terangkat keatas dan selanjutnya menyandang sifatsifat luhur yang dimiliki allah swt, sampai akhirnya ia sepenuhnya hidup didalam-Nya.

Jalal Al-Din Ar-Rumi, ketersingkapan tirai atau dinding pemisah yang mengantarai seorang hamba dengan khaliqnya. Dan yang mendasar adalah mengingat Tuhan sebagaimana banyak dianjurkan oleh al-quran dan hadist. Dalam ketersingkapan tersebut segala rahasia dan pengetahuan Tuhan dapat disaksikan. Menurut Rumi seorang muslim harusnya megamalkan apa yang diperintahkan allah swt seberat apapun itu, inilah yang meurut rumi sebagai “jihad al-akbar”. Jihad al-akbar maksudnya membunuh nafs dan meninggalkan keinginan-keinginan diri serta hasrat birahi. Dalam hal ini manusia hanya menginginkan ridho, rahmat dan inayat dari Allah swt. 

Ibnu Taimiyyah, jalan tengah memandang tassawuf pada struktur ajaran islam, dalam pandangannya amaliyyah kesufiyan merupakan pengamalan ajaran islam yang bersumber dari al-quran dan as-sunnah yang pada intinya ia menyebut amaliyyah kesufian dengan amal al-qulb dan amal al-bathin, oleh sebagian kaum sufi dinamakan ahwal dan maqamat atau manazil al-sairin ilaa allah (persinggahan mereka yang kembali ke allah). Itu semua merupakan manifestasi persoalan yang diperintahkan allah dan rosulnya yang wajib diusahakan.

Ma'rifat adalah mengetahui rahasia-rahasia tuhan dengan menggunakan sanubari (hati), sehingga akan memberikan pengetahuan yang menimbulkan keyakinan yang seyakin-yakinnya. Yang dari keyakinan tersebut akan muncul ketenangan dan bertambahnya ketaqwaan kepada Allah SWT. 

2. Cara Mencapai Ma'rifat

Mengenal Diri Sendiri 

Mengetahui terlebih dahulu bahwa diri ini tersusun dari bentuk lahir yang disebut badan dan bathin (qalb)

Melaksanakan Intensitas ubuddiyyah

Kesadaran untuk mendekatka diri kepada allah, dengan melaksanakan hal-hal sebagaimana seorang hamba menyembah kepada tuhan nya .

Melaksanakan Syariat dan Tarekat

Syariat untuk mencapai derajat (Aspek zahir). Tarekat untuk mencapai kedekatan kepada Allah (aspek bathin) . 

Takhally-Tahally-Tajally

Takhally( mengosongkan dan membersihkan diri sifat keduniawian yang tercela. ▪ Tahally menghias jiwa dengan membiasakan diri dengan sifat,sikap dan perbuatan baik. ▪ Tajally lenyapnya sifat kemanusiaan 

3. JENJANG-JENJANG MA'RIFAT 

❑ Ma’rifat al Tauhid sebagai ma’rifatnya orang, yaitu ma’rifat yang diperoleh kaum awam dalam mengenal Allah swt, melalui perantara syahadat, tanpa disertai argumentasi. 

❑ Ma’rifat al Burhan wa Al Istidlal yang merupakan ma’rifatnya mutakallimin dan filsuf (metode akal dan budi), yaitu ma’rifat tentang Allah melalui pikiran dan pembuktian akal. 

❑ Ma’rifat Hakiki merupakanma’rifat waliyullah, yaitu ma’rifat tentang Allah melalui sifat dan ke Esaan Nya, diperoleh melalui hati nurani.

4. MACAM-MACAM MA'RIFAT 

❑ Ma’rifat Ta’limiyat merupakan istilah lain Ma’rifat yang di lontarkan oleh alGhazali25, dapat di definisikan sebagai Ma’rifat yang dihasilkan dalam usaha memperoleh Ilmu. Ta’limiyat berasal dari kata ta’lama, yuta’limu, ta’liman-ta’limiyatan yang berarti mencari pengetahuan atau dalam arti lain memperoleh ilmu pengetahuan. Sedangkan orang yang yang sedang mencari ilmu disebut muta’alim. Oleh karena itu Ma’rifat Ta’limiyat yaitu berjalan untuk mengenal Allah dari jalan yang biasa, “mulai dari bawah hingga keatas”. 

❑ Ma’rifat laduniyah yaitu Ma’rifat yang langsung dibukakan oleh Tuhan dengan keadaan kasf, mengenal kepada-Nya. Jalannya langsung dari atas dengan menyaksikan Dzat yang Suci, kemudian turun dengan melihat sifat-sifat-Nya, kemudian kembali bergantung kepada namanama-Nya. Ibnu ‘Atha’illah memberi istilah lain terhadap Ma’rifat laduniyah dengan sebutan Ma’rifat orang mahjdub. Ma’rifat orang mahjdub yang diungkapkan oleh Ibnu ‘Atha’illah merupakan sebuah Ilmu yang diberikan secara langsung oleh Tuhan kepada manusia yang ada sisi kesamaannya dengan Ma’rifat Laduniya

5. Implementasi Ma'rifat Pada Pendidikan Islam 

❑ Pengaktifan potensi akal dan hati untuk lebih kenal Allah melalui ayat-ayat wahyu dan ayat-ayat semesta. 

❑ Perenungan penciptaan manusia sebagai makhluk Allah memberikan kesadaran tugas dan tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah untuk mengabdikan hidup mati karena Allah. 

❑ Variabel vertikal yaitu pengenalan manusia perannya sebagai hamba Allah yang taat, dan variabel horizontal yaitu pengenalan manusia perannya sebagai khalifah di bumi (pemakmur bumi).

B. RIDHLO 

1. DEFINISI RIDHO 

❑ Secara etimologi kata ridha merupakan ism masdar dari kata radhiya-yardha yang berarti puas, rela hati, menerima dengan lapang dada atau pasrah terhadap sesuatu. 

❑ Secara harfiah yaitu rela,suka, atau senang.Al-ridha merupakan sebuah kata yang sudah menjadi bahasa Indonesia yaitu ridha atau rela. 

❑ Secara terminologi ridha berarti kerelaan yang tinggi terhadap apapun yang diberikan oleh al-Haq baik sesuatu yang menyenangkan atau tidak sebagai sebuah anugerah yang istimewa pada dirinya. 

❑ Menurut Al-Hujwiri istilah ridha mengandung dua pengertian: pertama,ridha Tuhan kepada manusia, kedua, ridha manusia kepada Tuhan. 

❑ Menurut Al-Muhasibi, ridha adalah penyerahan (al-tawakkul) dan ketentraman hati mengahadapi peristiwa-peristiwa yang timbul karena keputusan-keputusan Tuhan. 

Jadi Ridhlo berarti tidak terguncangnya hati seseorang ketika menghadapi musibah dan mampu menghadapi manifestasi takdir dengan hati yang tenang, dengan kata lain yang dimaksud dengan ridha adalah ketenangan hati dan ketentraman jiwa terhadap ketetapan dan takdir Allah SWT, serta kemampua menyikapinya, dengan tabah, termasuk terhadap derita, nestapa, dan kesulitan yang muncul dari-Nya yang dirasakan oleh jiwa

2. Macam- macam Ridhlo 

❑ Adapun riḍa hamba terhadap Allah ada dua, yaitu riḍa billah الرضا هبالل ّdan riḍa anillah هاللّ الرضا عن Al-Riḍa Billah yaitu riḍa terhadap Allah sebagai Tuhan yang berhak diibadahi, dan ditaati syariatsyariat (aturan-aturan) Nya, seperti menauhidkan Allah, melaksanakan ṣalat, menjalankan puasa, menunaikan zakat dan lain sebagainya. 

❑ Al- Riḍa Nillah yaitu riḍa terhadap ukuran-ukuran dan batasan yang telah diciptakan dan diberikan Allah untuk seseorang seperti ukuran dan batas rezeki, kesehatan, bentuk fisik, jenis kelamin kebangsaan, cuaca dan lain sebagainya.

3. IMPLEMENTASI RIDHLO 

❑ Kesatu, ridha orang tua terhadap anaknya. Ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua sesuai sabda Rasulullah SAW, "Ridha Allah SWT tergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah SWT tergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim). 

❑ Kedua, ridha suami kepada istrinya. "Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya maka ia masuk surga." (HR at-Tirmidzi). 

❑ Ketiga, ridha dalam transaksi jual beli. Disebutkan dalam firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan ridha di antaramu." (QS an-Nisaa: 29). 

❑ Adapun, ridha yang dilarang, pertama, ridha terhadap dunia. “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa ridha dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan itu) dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya di neraka karena apa yang telah mereka lakukan.” (QS Yunus: 7-8). 

❑ Kedua, ridha bersama-sama orang yang menyelisih Nabi. Konteks saat ini adalah menyelisihi dan meninggalkan sunah Nabi SAW, balasannya adalah Allah SWT akan mengunci hati mereka dari kebenaran. (QS at-Taubah: 93).Sudah selayaknya setiap mukmin berusaha mengamalkan ridha yang diperintahkan. 




AKHLAK DALAM TASAWUF : IKHLAS DAN SYUKUR

AKHLAQ DAN TASAWUF : IKHLAS DAN SYUKUR

Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)

Definisi Ikhlas
Secara etimologi, ikhlas adalah kemurnian yang tidak dicampuri hal-hal yang menjadi tujuan. Dalam ajaran tasawuf keikhlasan merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ikhlas merupakan sebuah kunci dari amalan yang kita jalankan sehari-hari demi menjalankan semua amalan dan mendapatkan syafaat dari Allah SWT.Oleh karena itu, dalam menjalankan suatu pekerjaan, baik ibadah maupun pekerjan sehari-hari, ada baiknya kita juga belajar bagaimana agar pekerjaan yang kita jalani menjadi berkah dan pahala bagi kita didasari dengan rasa ikhlas.

Ikhlas Menurut Para Ulama
Menurut Al-Ghazali menyatakan bahwa amal yang dilakukan karena mengharap imbalan surga, Bahkan menurut hakikatnya, bahwa tidak dikehendaki dengan amal itu selain wajah Allah SWT dan itu adalah isyarat kepada keikhlasan orang-orang yang benar (al-siddiqi), yaitu keikhlasan mutlak.

Menurut Abu Thalib Al-Makkikhlas merupakan pemurnian agama sehingga tidak mengikuti hawa nafsunya dan tidak berperilaku yang menyimpang atau tercela. Memumikan amal dari sifatsifat tercela atau penyakit hati. Memurnikan atau menjaga ucapan dari kata-kata yang kurang baik seperti riya dan memurnikan akhlak dengan cara menjalankan apa yang sudah diperintahkan dan disukai oleh Allah SWT Menurut Al-Qusyairi ikhlas adalah penunggalan Al-Haqq dalammengarahkan semua orientasi ketaatan. Dengan ketaatannya dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata tanpa yang lain, tanpa dibuat-buat, tanpa ditujukan untuk makhluk, tidak untuk mencari pujian manusia atau makna-makna lain selain pendekatan diri kepada Allah.

Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani mengartikan ikhlas adalah bahwasanya orang-orang mencintai Allah tentu akan di cintai Allah pula. Oleh karena itu, Allah mencintai mereka, menguasakan mereka, dan menguatkan mereka di atas cinta orang lain. Mereka saling menolong atas dasar seruan yang benar.

Dalil Tentang Ikhlas

الذين ينفقون أمولهم في سبيل الله ثم لا يتبعون ما انفقوا ميا ولا الى " لهم أجرهم عند ربهم ولا

الخوف عليهم ولا هم يحزنون Artinya: "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infaknya itu dengan menyebut- nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati (QS. Al-Baqarah [2]: 262)

Al-A'Raf Ayat 29

قل أمر ربى بالقسط وأقيموا وجوهكم عند كل مسجد وانغوة مخلصين له الدين كما بناكم تعوذون ٣٩
Artinya: "Katakanlah, Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya.Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula."(QS. Al- Araf [7]: 29).

Tingkatan Ikhlas
1. Khawasul Bhawa
Saat ia beribadah tidak ada motivasi atau tendensi apa pun, kecuali mengharap ridha dari Allah SWT la beribadah untuk menegaskan sifat kehambaannya.
2. Khawasul
Seorang hamba beribadah semata mata untuk mencari keuntungan akhirat. Tidak ada motivasi sedikitpun untuk mencari keuntungan duniawi Namun, di dalam hatinya masih ada keinginan untuk memperoleh pahala, surga, dan lain sebagai nya.
3. Awam
Beribadah kepada Allah, tetapi masih disertai mencari keuntungan duniawi dan ukhrawi

Contoh Sikap dan Perilaku Ikhlas
Saat ia beribadah tidak ada motivasi atau tendensi apa pun, kecuali mengharap ridha dari Allah SWT la beribadah untuk menegaskan sifat kehambaannya.
Seorang hamba beribadah semata mata untuk mencari keuntungan akhirat. Tidak ada motivasi sedikitpun untuk mencari keuntungan duniawi Namun, di dalam hatinya masih ada keinginan untuk memperoleh pahala, surga, dan lain sebagainya
Beribadah kepada Allah, tetapi masih disertai mencari keuntungan duniawi untuk melakukan perbuatan terpuji dan tidak dipamerkan kepada orang lain.
Selalu berhati-hati dalam bertindak atau berperilaku. Ikhlas dalam beribadah, semata-mata karena Allah Swt.
Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil.
Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain.
Tidak menghitung-hitung apalagi mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain.

Definisi Syukur
Syukur berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata shakara- yashkuru ukran yang artinya terima kasih. Dalam mus Besar Bahasa Indonesiasyukur diartikan sebagai: rasa terima masih, .0l
Definisi Syukur
Syukur berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata shakara- yashkurushukran yang artinya terima kasih. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesiasyukur diartikan sebagai: rasa terima kasih kepada Allah dan untunglah (menyatakan lega, senang dan sebagainya).

Secara istilah syukur adalah ungkapan terima kasih kepada Allah dengan cara melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan memanfaatkan semua anugerah-Nya dengan benar

Syukur Menurut Para Ulama'
⚫ Ibnu Ujaibah, syukur adalah kebahagiaan hati atas nikmat yang diperoleh, dibarengi dengan pengarahan seluruh anggota tubuh.

Sayyid, syukur adalah mempergunakan semua nikmat yang telah diberikan Allah.
• Ibnu Alan as-Sidiqi, syukur adalah pengakuan atas nikmat dan suka membantu. Abu Bakar al-Warag, syukur adalah memperhatikan pemberian dan menjaga kehormatan.

• Hamdun al-Qassar, syukur adalah memperhatikan dirinya meskipun tidak diundang. Abu Ali Daqaq, syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikat Allah kepadanya dengan kedudukannya. Imam Ghazali, syukur adalah menggunakan nikmat Allah sesuai dengan maksud pemberian-Nya

Dalil Tentang Syukur Al Baqarah Ayat 172
يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كُنتُم إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik- baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

Q.S Lukman Ayat 12 
11

غني حميد
ولقد اتينا لقمان الحكمة أن أشكر الله ومن يشكر فإنما يشكر لنفسه ومن كفر فإن الله

Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji."

Hadist Tentang Syukur
Hadist Ibnu Abbas
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda," Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu kesehatan dan waktu luang."

Hadist Imam Al-Ghazali
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mengatakan subhanallah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah, maka baginya 20

Tingkatan Syukur
1. ulkhawwas
syukur adalah melihat kepada Sang Pemberi nikmat dan bukan melihat kepada nikmat
2. khawash
Mereka bersyukur kepada Allah atas nikmat dan musibah, dan mereka mengakui karunia dan nikmat-Nya yang mereka terima dalam semua keadaan.
Mereka hanya bersyukur kepada Allah atas nikmat saja.
3. awamm

Contoh Sikap dan Perilaku Syukur
1. Tidak iri dengan apa yang didapatkan oleh orang lain
2. Selalu belajar Ikhlas,
3. Tidak iri dengan apa yang didapatkan oleh orang lain
4. Menjaga kesehatan tubuh, tubuh yang sehat adalah salah satu berkat yang diberikan Tuhan kepada makhluk hidup
5. Membiasakan berpikiran positif 

AKHWAL DALAM TASAWUF : TAWADHU' DAN TAQWA

AKHWAL DALAM TASAWUF : TAWADHU' DAN TAQWA

Oleh : Qonita Salma Safra (213111036)

Pengertian Tawadhu'

Bahasa
kata tawadhu berasal dari kata wadh'a yang berarti merendahkan, serta juga berasal dari kata "ittadha'a" dengan arti merendahkan diri. Disamping itu, kata tawadhu juga diartikan dengan rendah terhadap sesuatu.

Istilah
tawadhu adalah menampakan kerendahan hati kepada sesuatu yang diagungkan. Bahkan, ada juga yang mengartikan tawadhu sebagai tindakan berupa mengagungkan orang karena keutamaannya, menerima kebenaran dan seterusnya
Pengertian Tawadhu Secara Terminologi berarti rendah hati, lawan dari sombong atau takabur.

Dalil 
Gambaran tawadhu' disebutkan dalam Al-Qur'an surah 25, Al-Furqan ayat 63:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
‎‫وعباد الرحمن الذين يمشون على الارض هونا واذا خاطَبَهُمُ الْجَهَلُونَ قَالُوا سَلَمًا‬‎
Artinya :
“Adapun hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang, mereka adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan ketika orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata hinaan), mereka mengucapkan, “salam”

Perintah untuk Memiliki Sikap Rendah Hati'
a. Tawadhu' di depan kedua orang tua yang ditekankan Surah 17, Al-Isra ayat 24 
b. Tawadhu' terhadap sesama muslim, yang ditekankan dalam surah 26, ash-Shu'ara ayat 215
c. Tawadhu' saat bersosialisasi. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 31, Luqman ayat 19

Bentuk Dan Contoh Tawadhu'
Tanda orang yang tawadhu' adalah di saat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu' dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya.
contoh tawa nabi :
a. Anas ra jika bertemu dengan anak-anak kecil maka selalu mengucapkan salam pada mereka, ketika ditanya mengapa ia lakukan hal tersebut ia menjawab: Aku melihat Nabiku tercinta selalu lakukan itu. (HR. Bukhari, Fathul Bari'-6247). 

Bentuk-bentuk perilaku tawadhu' seseorang antara lain: 
a. Menghormati orang yang lebih tua atau orang yang lebih pintar darinya
b. Sayang kepada vang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya
c. Hargai pendapat atau omongan orang lain
d. Bersedia mengalah demi kepentingan umum 
e. Santun dalam berbicara kepada siapapun
f. Tidak suka disanjung orang lain atau keberhasilan yang dicapai

Ciri-Ciri Orang Yang Menghina sebuah. 
a. Sopan dan santun dalam berbicara
b. Berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari
c. Tidak memiliki sikap sombong apalagi menang sendiri
d. Berani mengakui kelemahan dan kesalahan yang dimilikinya e. Tidak memaksakan kehendak pribadinya kepada orang lain.

Aspek Tawadhu'
Menurut Ilyas (2001) ada beberapa bentuk dari tawadhu di antarnya: 
a) Tidak menonjolkan diri dari orang yang level atau statusnya sama, kecuali apabila sikap tersebut menimbulkan kerugian bagi agama atau umat Islam 
b) Berdiri dari tempat duduknya dalam satu majelis untuk menyambut kedatangan orang yang lebih mulia dan lebih berilmu daripada dirinya dan mengantarkan ke pintu keluar ketika hendak meninggalkan majelis 
c) Bergaul dengan orang yang awam dengan ramah dan tidak memandang dirinya lebih dari mereka,

Dampak Positif membiasakan sikap merendah.
a. Membangkitkan simpati pihak lain sehingga suka bergaul dengannya.
b. Akan dihormati secara tulus oleh pihak lain sesuai nalurinya bahwa setiap manusia ingin dihormati dan menghormati.
c. Mempererat hubungan persaudaraan antara dirinya dan orang lain. 
d. Mengangkat derajat dirinya sendiri dalam pandangan Allah maupun sesama manusia,

Upaya Membiasakan Diri Bersikap Tawadhu'
a) Menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berbeda
b) Berusaha mengendalikan diri agar tidak menunjukkan kelebihan itu dimiliki 
c) Melatih diri untuk dapat menghargai kemampuan orang lain,tidak meremehkannya

TAQWA
Pengertian Taqwal
Kata taqwa diambil dari akar kata yang berarti menghindari, menghindari, atau menjaga diri (Shihab, 1998, hal. 531). 
Secara harfiah taqwa berasal dari kata tuhan, yaqii, wiqaayah yang berarti memelihara menjaga dan lain sebagainya (Munawwir, 1984,hal.1577). 
Kalimat perintah ittaqullah secara harfiah berarti: hindarilah, jauhilah, atau hati-hati di jalan dirimu dari Allah. Makna ini tidak lurus bahkan mustahil dilaksanakan oleh makhluk

Dalil Al-Qur'an Tentang Taqwa
Menurut al-Razy taqwa dalam Al-Qur'an berarti rasa khasyyah 20/2:2000 takut Seperti dalam firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 1
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu Maksudnya: "Wahai manusia takutlah kepada Tuhan kamu Selain bermakna rasa takut, al Razy mengungkapkan lima makna takwa lainnya, yaitu:
1. Iman, firman Allah 'Dan ingatlah ketika Tuhanmu memanggil Musa: datanglah kepada para penindas, yaitu kaum Fir'aun, mengapa mereka tidak saleh (Q.S AlSyu'ara: 10-11).
Artinya, mengapa mereka tidak percaya
2. Tobat, firman Allah: “Jika penduduk negeri itu beriman dan takut, pasti
Kami menghujani mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mengingkari (ayat-ayat Kami), maka Kami akan menghukum mereka atas apa yang mereka kerjakan". (QS Al-Araf: 96). Yaitu percaya dan bertobat.
3. Ketaatan, sebagaimana Allah berfirman: "Dan kepunyaan-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan bagi-Nya (ketaatan) agama itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu takut selain Allah?" (QS. Al-Nahl: 52). Artinya, mengapa kamu menaati selain Allah?
4. Tinggalkan kemaksiatan, firman Tuhan: "Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya dan bertakwalah kepada Tuhan agar kamu beruntung". (Q.SAI Baqarah: 189). Arti "menjadi orang benar": tidak melanggar aturan-Nya. 
5. Ikhlas, sebagaimana firman Allah: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan perintah-perintah Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (QS. Al-Hajj: 32). Kesalehan hati berarti dari keikhlasan hati.

Contoh Sikap dan Perilaku Taqwa
Dalam surat Al-Baqarah: 177 Allah juga menjelaskan bagaimana contoh dan karakteristik dari orang-orang saleh.
Ayat di atas menginformasikan bahwa karaketistik al-Muttaqin (orang-orang yang Dalam surat Al-Baqarah: 177 Allah juga menjelaskan bagaimana contoh dan karakteristik dari orang yang bertaqwa. Ayat di atas menginformasikan bahwa karaketistik al-Muttaqin (orang-orang yang Massaleh) yaitu:
(1). Percaya kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat, Al-Qur'an dan kitab-kitab lainnya dan para nabi.
(2). Menghabiskan sebagai miliknya.
(3). Membebaskan budakku
(4). Mendirikan shalat
(5). Mengeluarkan zakat.
(6). Tepati janjinya
(7), Kesabaran dalam kesulitan dan penderitaan dalam perang.

Ciri-Ciri Orang Bertakwa
1) Orang yang selalu menuju ampunan Allah
2) Suka menghabiskan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya, baik Dalam surat Al-Baqarah: 177 Allah juga menjelaskan bagaimana contoh dan karakteristik dari orang yang bertaqwa. Ayat di atas menginformasikan bahwa karaketistik al-Muttaqin (orang-orang yang saleh) yaitu:
(1). Percaya kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat, Al-Qur'an dan kitab-kitab lainnya dan para nabi.
(2). Menghabiskan sebagai miliknya.
(3). Membebaskan budakku
(4). Mendirikan shalat
(5). Mengeluarkan zakat.
(6). Tepati janjinya
(7), Kesabaran dalam kesulitan dan penderitaan dalam perang.

Ciri-Ciri Orang Bertakwa
1) Orang yang selalu menuju ampunan Allah
2) Suka menghabiskan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya, baik diwaktu lapang atau pun diwaktu sempit
3) Bersedia menahan amarahnya
4) Memaafkan kesalahan orang lain, berbuat baik, dan jujur
5) Ketika melakukan dosa dan kekejian segera bertobat dan mengingat Allah.iwaktu lapang atau pun diwaktu sempit
3) Bersedia menahan amarahnya
4) Memaafkan kesalahan orang lain, berbuat baik, dan jujur
5) Ketika melakukan dosa dan kekejian segera bertobat dan mengingat Allah.

Wednesday, November 30, 2022

MAQAMAT DALAM TASAWUF : KHAUF DAN RAJA'

MAQAMAT DALAM TASAWUF : KHAUF DAN RAJA'

Oleh : Qonita Salma Safira_213111036

Definisi Khauf
Secara bahasa Khauf berasal dari kata khofa yakhofu khoufan yang artinya takut. Yang dimaksud disini adalah sikap jiwa yang menunggu sesuatu yang tidak disenangi oleh Allah, atau kegalauan hati yang membayangkan hilangnya sesuatu yang disukainya. Adapun secara terminologi, sebagaimana diuraikan dalam kamus tasawuf, khauf adalah suatu sikap mental merasa takut kepada Allah karena kurang sempurna pengabdiannya, takut atau khawatir kalau-kalau Allah tidak senang padanya.

Definisi Raja
Raja' secara etimologi berasal dari bahasa arab yang berarti berharap atau optimism. Secara terminology Raja' diartikan sebagai suatu sikap mental optimis dalam memperoleh karunia dan nikmat ilahi yang disediakan bagi hamba- hambaNya yang Shaleh

(Dalil-dald khauf & Raja)
• Dalil Khauf

Q.S. Al-Imron: 175. إِنَّمَا ذَلِكُمْ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ، فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ 

Artinya: "Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut- nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman."

• Dalil Raja'
QS.Al-Baqarah:218.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ

أوليك يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللهُ غَفُورٌ رَّحِيم
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang- orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Ciri-ciri Khauf dan Raja
Ciri-ciri Khauf

1. Mampu menjaga tutur kata dan perbuatannya dri prilaku maksiat yang di larng oleh allah 
2. Semakin hari bertmbah rajin ibadahnya dan amal kebaikannya
3. Tampak berani menghadapi setiap rintangan,sepanjang untuk membela kebenran. 
4. Jika di sebutkan nama allah kepadanya hatinya bergetar dan jiwanya khusuk mengagumi keagungan allah.
5.Senantiasa menjauhi dan menghindari perbuatan yang di larang oleh allah SWT.

Ciri-ciri Raja'
1. Memiliki sifat jiwa optimis dan penuh semangat dalam menjuhi kehidupan. 
2. Tekun dan ulet dalam mengerjakn suatu pekerjaan meskipun sering di hadapkan pada kegagalan dan kerugian. 
3. Menghargai waktu dan kesempatan untuk senantiasa di isi dan di manfatkan dengan pekerjan yang baik dan maslahat. 
4. Tidak lekas prustasi dan patah semangat dalam menjalani suatu tugas belajar atau bekerja 
5. Meyakini bahwa allah SWT adalah maha pengasih dan maha penyayang bagi semua hambanya.

Macam-macam Raja'
Dua bagian termasuk termasuk raja yang terpuji pelakunya sedangkan satu lainnya adalahraja yang tercela. Yaitu:
1.Seseorang mengharap disertai dengan amalan taat kepada Allah di atas cahaya Allah, ia senantiasa mengharap pahala- Nya.
2.Seseorang yang berbuat dosa lalu bertaubat darinya, dan ia senantiasa mengharap ampunan Allah, kebaikan-Nya dan kemurahan-Nya.
3. Adapun yang menjadikan pelakunya tercela ialah seseorang yang terus-menerus dalam kesalahan-kesalahannya lalu mengharap rahmat Allah tanpa dibarengi amalan.

Cara Mendapatkan Khauf dan Raja (Al-Ghazali)

1. Jalan Untuk Memperoleh Khauf
Khauf berhasil dengan dua jalan yang berlainan, yaitu khauf karena ikut-ikutan dan khauf karena ma'rifah.Maka orang yang mengetahui sebab ketakutan dengan ma'rifah yang timbul dari cahaya hidayah, maka itu dari kekhususan orang-orang 'ârifin yang memperhatikan rahasia qadar.

2. Jalan Untuk Memperoleh Raja' Raja' dapat menguat dengan dua perkara:
a. I'tibar
I'tibar dilakukan dengan Dengan jalan bermuhasabah, memperhatikan nikmat-nikmat Allah yang halus yang di karuniakan kepada hamba-Nya dan memperhatikan keajaiban- keajaiban hikmahNya yang dipeliharaNya mengenai penciptaan manusia.
b. Menyelidiki ayat-ayat, hadits-hadits, dan asar- asar Ayat yang dapat menguatkan raja' diantaranya dalam Al-Qur'a Surah Al-Zumar: 53,

Hubungan Khauf dan Raja'
Jika seseorang hamba sedang menghadap kepada Tuhannya dan berjalan untuk mencapai kedekatan di sisi-Nya, maka sebaiknya dia menggabungkan antara khauf dan raja'. Jangan sampai khaufnya mengalahkan raja'nya, sehingga dia. berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Dan jangan pula raja'nya mengalahkan khaufnya, sehingga di terjerumus ke jurang maksiat dan kejahatan. Dia harus terbang dengan kedua sayap itu (khauf dan raja') di udara yang jernih, sehingga dia dapat mencapai kedekatan di hadirat Allah. Relasi antara khauf dan raja' digambarkan dengan takut kepada neraka-Nya dan mengharap surga-Nya, takut jauh dari-Nya dan mengaharap untuk berada di dekat-Nya, takut ditinggalkan-Nya dan mengharap ridha-Nya, takut putus hubungan dengan-Nya dan berharap agar dapat terus berinteraksi dengan-Nya.


MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAWAKAL DAN MAHABBAH

MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAWAKAL DAN MAHABBAH

Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)

Pengertian Tawakal

Tawakal dalam bahasa Arab adalah turunan dari kata wakil Wakil adalah dzat orang yang dijadikan pengganti untuk mengurus atau menyelesaikan urusan yang mewakilkannya. Sehingga tawakal bermakna menjadikan seseorang sebagai wakimya, atau menyemhkan urusan kepada wakinya Tawakal kepada Allah adalah menjadikan allah sebagai wakil dalam mengurusi segala urusan dan mengandalkan Allah dalam menyelesaikan segala urusan.
Di antaranya dalam firman Allah

رب المشرق والمغرب لا إله إلا تو فَاتَّخِذَهُ وكيلا

Dialah Pemilik musyrik dan maghrib, tiada illah (yang berhak disembahnya) melainkan Dia, maka ambillah, dia sebagai pelindung. (QS. Al Muzzamil : 9)

maka amb Dia sebagai pelindung (05 al-Muzza Hakikat tawakal adalah penyerahan penyelesaian dan keberhasilan suatu urusan kepada wakil Kalau tawakal kepada Allah, berarti menyerahkan urusan kepada Alla setelah melengkapi syarat-syaratnya.

Pengertian tawakal menurut para ahli

Menurut Imam ar-Razi Tawakal adalah hendaknya seseorang dalam berusaha memperhatikan sebabsebab lahiriyah yang bisa mengantarkan ke arah keberhasilan, tetapi janganlah percaya
sepenuhnya hati terhadao sebab-sebab lahiriyah tersebut .

Menurut Imam Al-Ghazall Tawakal sebagai sebuah ungkapan dan penyandaran sebuah hati terhadap seseorang wall. Misalnya seorang yang didakwa secara salah telah melakukan suatu dosa, lalu dia muttaqil 'alaih, membuat perwakilan atas perdebatan tersebut kepada seorang yang dapat menyikapi kekaburan tersebut.

Menurut M. Quraish Shihab Mengatakan Tawakal berakar kata sama dengan wakil, bukan berarti penyerahan secara mutlak kepada Allah SWT kan tetapi penyerahan tersebut harus didahului dengan usaha manusia.

Hadits dan Dalil Tawakal

لو أنكم كنتم توكلون على الله حق توكله لززفتم كما يرزق الطير تغدو

خفاضا وتروح بطانا

Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah sungguh Allah akan membert kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang (HR. Tirmidzi basan shahh)

وعلى الله فتوكاوا إن كنتم مؤمنين

Dan hanya kepada Allah-lah kalian betawaka, jika kalian benar-benar orang yang beriman" (QS. Al-Maidah: 23)

sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang (HR. Tirmidzi, hasan shahihi).

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين

"Dan hanya kepada Allah-lah kalian betawakal, jika kalian benar-benar

orang yang beriman" (QS. Al-Maidah: 23)

Manfaat Tawakal
a. Dijamin Kemudahan dunia dan akhirat
b. Mudah beradaptasi dengan masalah apapun
c. Tawakal dapat mempertebal dan tidak mudah putus asa 
d. Tawakal dapat membuat seseorang menjadi lebih mandiri
e. Allah akan mencukupkan rezeki
f. Diberikan kenikmatan yang tiada hentinya

Tingkatan-Tingkatan Tawakal

a. Mengenal Rabb berkut stay/kunya kekayaanNya kemandirianNya berakhimya segala perkara kepada matan kemunculannya karena masyah hendak dan kodratnya 
b.  Menetapkan sebab dance akibat
c. Mengokohkan hati pada pijakan tauhid tawakal (mengesukar Atuh dalam bertawakal).
d. Bersandarnya hati dan ketergantungannya serta ketentramannya kepada Allah
e. Baik sangka kepada Allah Swt.
f. Menyerahkan  ham kapadanya membawa seluruh pengaduan kepadanya, dan tidak menentangnya
g. Melimpahkan wewenang (perkara) kepada Allah (tafwidh).

Contoh Perilaku Tawakal

a. Sebelum dan setelah kita ujian, diiringi dengan berdoa dan menyerahkan semua kepada Allah SWT.
b. Ketika kita meninggalkan rumah, kita bertawakal kepada Allah SWT atas rumah yang kita tinggalkan.
c. Ketika kita mendapatkan suatu masalah, maka berserah diri kepada Allah SWT dan berdoa agar segera mendapatkan solusi dari masalah yang kita alami.
d. Ketika kita berdoa ke rumah sakit, kita berserah diri dan memohon kepada Allah agar diberi kesembuhan.
e. Ketika kita mencari risky, kita berserah diri kepada Allah yang Maha Pemberi Risky
f. Ketika belum menemukan jodoh, kita berserah diri Kepada Allah SWT sembari berdoa agar segera didekatkan dengan jodoh kita.

MAHABBAH

Pengertian Mahabbah

Kata mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam atau kecintaan atau cinta yang mendalam. Dalam Mujam al-Falsafi Jamil Shaliba mengatakan mahabbah adalah lawan dari albaghd, yakni cinta lawan dari benci, Al-Mahabbah dapat pula berarti al wadud yakni sangat kasih atau penyayang. Jadi mahabbah artinya cinta. Cinta kepada Allah memang suatu ajaran yang amat ditekankan dalam Islam. Pengertian mahabbah dari segi tasawuf akan dikemukakan al-Qusyairi sebagai berikut: 
al-mahabbah adalah hal (keadaan) jiwa yang mulia yang bentuknya adalah disaksikannya (kemutlakan) Allah SWT, oleh hamba, selanjutnya yang dicintainya itu juga menyatakan cinta kepada yang dikasihi-Nya dan yang seorang hamba mencintai Allah SWT

Pengertian lain yang diberikan kepada mahabbah yaitu, antara lain
a Memeluk kepatuhan pada Tuhan dan membenci sikap melawan kepada-Nya 
b. Menyerahkan seluruh diri kepada yang dikasihi 
c Mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali dari yang dikasihi, yaitu Tuhan tabir yang memisahkan diri seseorang dan Tuhan.

Pandangan Al-Qur'an dan Hadits mengenai Mahabbah

قل إن كنتم تحبون اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ الله

Jika kamu cinta kepada Allah maka turutlah aku dan Allah akan mencintai kamu."
(05. Ali Imron 3:30)

ولا يزال عبدي يتقرب الي با انوافل حتى أحبه ومن أحببته كنت له سمعا وبصرا ويدا

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan hingga Aku cinta padanya Orang yang Kucintai menjadi telinga mata dan tangan-Ku".

Kedua ayat dan satu hadist di atas memberikan petunjuk bahwa antara manusia dan Tuhan dapat saling mencintai Ayat dan hadist tersebut juga menjelaskan bahwa pada saat terjadi mahabbah diri yang dicintai telah menyatu dengan yang mencintai yang digambarkan dalam telinga mata dan ngan Tuhan. Dan untuk mencintai keadaan tersebut dilakukan dengan amal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh

Macam-Macam Mahabbah

a. Cinta Kepada Allah (Mahabbanul Ibadah)
Yaitu rasa cinta yang disertai dengan sikap merendahkan diri dan mengagungkan sesuatu yang dicinta dengan pengagungan yang membawa kepada ketundukan, menjalankan seluruh perintahnya, dan menjauhi selundh larangannya Barang siapa memberkan mahabbah mikepada Atah serata dia benar-benar orang yang berman Indah mahabbah yang merupakan rukun iman dan tauhid. 
b. Cinta Kepada Allah (Mahabbah Fillah)
Yaitu rasa cinta terhadap sesuatu yang muncul pada diri seseorang disebabkan kecintaannya kepada Allah atau kama sesuatu dicintai oleh Allah. Jenis mahabbah yang kedua mengikuti mahabbah yang pertama. Artinya mahabbah ini bernilai ibadah yang sangat agung bukan karena semata mata kecintaan seseorang kepada sesuatu tersebut, melainkan kama kecintaan tersebut merupakan tuntutan kecintaan kepada Allah.
c. Cinta Kepada  Manusia  (Mahabbah ath-Thabiyyati)
Yaitu kecintaan serang kepada semua, yang merupakan sifat bawaan manusia. Pada dasarnya ini semua merupakan  kecintaan yang mubah. Namun apabila kecintaan nimendong kepada Adah dan ketaatan kepadanya, aga sabagalbadah dan mask dam kataon mahabbah filialnya apabila kecintaan ini mengalahkan kecintaan kimada Allah menghalangidan taran bepada-Nya dan menjadi sarana melakukan hal-hal yang dibenarkan oleh Allah.
Contoh Perilaku Mahabbah
a. Cinta kepada Allah
1. Mencintai Allah melebihi kecintaan kepada segala-galanya, inilah tauhid.
2. Mencintai selain Allah sebagaimana mencintai Allah, inilah keyakinan.
3. Mencintai selain Allah melebihi kecintaan kepada Allah. Ini lebih berat daripada sebelumnya.
4. Mencintai kepada Allah dalam kondisi tidak ada dalam hatinya kecintaan kepada Allah sedikit pun. Ini petaka yang paling Besar. (Al Qoulul Mufid ala kitabit tauhid)
b. Cinta kepada manusia
1. Rasa kasih sayang,seperti kucintaan orang tua kepada anak anaknya, belas kasih kepada orang yang lemah, rasa iba terhadap orang sakit, anak yatim, orang miskin, dan lainnya.
2. Rasa Hormat, seperti penghormatan anak kepada kedua orang tuannya, santri kepada gurunya, anak muda kepada yang lebih tua.
3. Selera, seperti kesukaan seseorang pada makanan, minuman, pernikahan, rumah, kendaraan, harta benda, pekerjaan, dan lainnya

Monday, November 28, 2022

MAQAMAT DALAM TASAWUF : FAQIR DAN ZUHUD

MAQAMAT DALAM TASAWUF : FAQIR DAN ZUHUD

Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)

1. DEFINISI FAQIR

Secara harfiah fakir biasanya diartikan sebagai orang yang berhajat, butuh atau orang miskin. Sedangkan dalam pandangan sufi fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita. Al-faqr (kefakiran) menurut para sufi merupakan tidak memaksakan diri untuk mendapatkan sesuatu, tidak menuntut lebih dari apa yang telah dimiliki atau melebihi dari kebutuhan primer; bisa juga diartikan tidak punya apa-apa serta tidak dikuasai apa-apa selain Allah Swt.

Faqr berarti tidak meminta rezeki kecuali hanya untuk dapat menjalankan kewajiban kewajiban kepada-Nya. Sifat ini juga bermakna bahwa kita tidak meminta sungguhpun hal itu tidak ada pada diri kita. Namun demikian kita menerima jika diberi, tidak meminta tetapi tidak menolak. Lebih dari itu, sikap ini adalah merasa cukup dengan apa yang telah ada.

Dalil Al-Quran

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أَحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضَ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّتِ تَعْرِفُهُمْ بسيمهم لا يستلون الناس الحافا وما تلقوا مِنْ خَيْرٍ فَإن الله به عليم:

Artinya:

"(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui."

Dalil Hadist

لكُلِّ شَيْءٍ مِفْتَاحٌ وَمِفْتَاحُ الجَنَّةِ حُبُّ المساكين والفُقَرَاءِ لِصَبْرِهِمْ هُمْ جُلسَاءُ الله ) : وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:

Nabi saw bersabda, "Setiap sesuatu itu mempunyai kunci. Kunci surga adalah cinta kepada orang-orang miskin dan fakir karena kesabaran mereka dan merekalah orang-orang yang adil menurut Allah ta'ala di hari Kiamat." Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Bakar bin La'al dari Umar bin Khattab ra.

Contoh Sikap dan Perilaku Faqir
Segunung nikmat akhirat. Maka dunia disikapi sebagai suatu peringatan (fitrah) dari Tuhan, karena itu perlu uluran tangan-Nya untuk selamat dari cengkramannya. Adapun kesederhanaan adalah pola hidup yang mengakrabkan dan lebih mendekatkan jarak antara si miskin dengan si kaya. Hal ini sebagaimana dilakukan Rasulullah ketika menghadapi orang miskin, beliau memberikan semangat hidup bahwa kelompok miskin akan masuk surge 50 tahun mendahului kelompok kaya.

2. DEFINISI ZUHUD

Kata Zuhud berasal dari bahasa Arab, zahada, yazhudu, zuhdan yang artinya menjauhkan diri, tidak menjadi berkeinginan, dan tidak tertarik. al-Zuhd secara etimologis, berarti tidak tertarik terhadap sesuatu dan meninggalkannya. Zuhada fi al-dunya, berarti mengosongkan diri dari kesenangan dunia untuk ibadah.

Secara istilah zuhud adalah:sebagai suatu sikap melepaskan diri dari rasa ketergantungan terhadap kehidupan duniawi dan segala kenikmatannya, dengan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Inti dan tujuan zuhud adalah tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan akhir. Jangan sampai kenikmatan duniawi menyebabkan susutnya waktu dan perhatian kepada tujuan yang sebenarnya, yaitu kebahagiaan yang abadi di hadhiraf Ilahi

Dalil Al-Quran QS. Al-Qasas:77

وَابْتَغِ فِيْمَا أنك الله الدار الآخرة ولا تلس نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأحْسِنُ كَمَا أحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْعَ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya:

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." Dalam potongan ayat ini anjuran agar kita berperilaku zuhud dalam keadaan kita memiliki harta, karena itu zuhud tidak lantas dia fakir dan miskin.

Dalil Al-Quran QS. Al-Hadid:23

لكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا أَتَنكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلِّ مُخْتَالٍ فَخُورٌ 23

Artinya:

"Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri." Seorang ahli zuhud adalah seseorang yang tidak mudah untuk berduka cita terhadap kenikmatan yang luput darinya, dan tidak merasa sombong dengan kenikmata yang Allah SWT. karuniakan kepadanya.

Dalil Hadist

عن الزهري رض قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الزهد في الدنيا فقال: ٦ هو الا يغلب الحلال شكره، ولا الحرام صبره

Artinya:

Nabi saw bersabda, "Setiap sesuatu itu mempunyai kunci. Kunci surga adalah cinta kepada orang-orang miskin dan fakir karena kesabaran mereka dan merekalah orang-orang yang adil menurut A hari Kiamat." Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Bakar bin La'al dari Umar bin Khattab

Contoh Sikap dan Perilaku Zuhud

Ibn Qudamah menerangkan bahwa setiap orang selayaknya menerapkan zuhud dalam tujuh hal, yaitu:
1. Makanan yang dikonsumsi hanya sekedar untuk menghilangkan sikap lapar dan menguatkan fisik saja, bukan untuk kenikmatan semata.
2. Pakaian yang dikenakan semata untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin serta menutup aurat.

Contoh Sikap dan Perilaku Zuhud
3. Tempat tinggal, dalam hal ini terdapat beberapa tingkatan:
-Tingkat tertinggi, merasa puas dengan berada di sudut masjid.
-Tingkat menengah, tempat seperti gubuk yang terbniuat dari pelepah kurma
atau dari bamboo.
-Tinggat terendah, tempat atau kamar yang dibangun khusus.
4. Perangkat rumah yang sederhana.
5. Pernikahan harus sesuai dengan aturan agama baik tujuannya maupun banyaknya.
6. Harta hanya sekedar untuk keperluan sehari-hari.
7. Kenormatan atau derajat harus dimiliki setiap orang.

Tiga hal yang menjadi syart utama dalam mewujudkan sikap zuhud dan faqir
1) Pendek angan (qasar al-amal)
2) Selalu mengingat mati (dzikir al-maut)
3) Sering ziarah ke kubur (ziyarah al-qubur)


MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAUBAT DAN SABAR

MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAUBAT DAN SABAR

Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)

A. MAQAMAT DALAM SABAR

Maqam adalah tingkatan seseorang hamba di hadapan Tuhannya dalam hal ibadah dan latihan latihan jiwa yang dilakukannya (Zulkifli, Jamaluddin) Maqam secara bahasa berarti pangkat atau derajat. Sementara menurut istilah ilmu tasawuf, magamat adalah kedudukan seorang hamba di hadapan Allah, yang diperoleh dengan melalui peribadatan, mujahadat dan lain-lain, latihan spritual serta (berhubungan) yang tidak putus-putusnya dengan Allah swt. atau secara teknis magamat juga berarti aktivitas dan usaha maksimal seorang sufi untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kedudukannya (magam) di hadapan Allah swt dengan amalan-amalan tertentu sampai adanya petunjuk untuk mengubah pada konsentrasi terhadap amalan tertentu lainnya, yang diyakini sebagai amalan yang lebih tinggi nilai spirituanya di hadapan Allah swt

Dalam rangka meraih derajat kesempumaan, seorang sufi dituntut untuk melampaul tahapan-tahapan spiritual, memiliki suatu konsepsi tentang jalan (tharikat) menuju Allah swt., jalan ini dimulai dengan latihan-latihan rohaniah (riyadhah) lalu secara bertahap menempuh berbagai fase yang dalam tradisi tasawuf dikenal dengan maqam (tingkatan). Tingakatan (maqam) adalah tingkatan seorang hamba di hadapan Allah tidak lain merupakan kualitas kejiwaan yang bersifat tetap, inilah yang membedakan dengan keaadaan spiritual (hal) yang bersifat sementara. Menurut Muhammad Al-Kalabazy, Maqamat terdiri dari 10 tingkatan yaitu 
1. TAUBAT 
2. ZUHUD 
3. SABAR 
4. FAQR
5. TAWADHU
6. TAKWA 
7. TAWAKKAL
8. RIDHA
9. MAHABBAH 
10. MA'RIFAT



B. MAQAMAT DALAM TAUBAT

PENGERTIAN TAUBAT
Secara etimologi, taubat berasal dari bahasa Arab. Yaitu dari kata توب ة - ي توب ت اب yang artinya kembali dari maksiat kepada taat secara terminologi islam arti taubat adalah meninggalkan maksiat dalam segala hal, menyesali dosa yang pernah di perbuat dan tidak mengulanginya kembali. Taubat menurut istilah para sufi adalah kembali kepada ketaatan .dari perbuatan maksiat, kembali dari nafsu kepada haq (jalan kebenaran)

Tiga macam taubat
1. Al-taubah bagi orang awam, yaitu menyesali dan meninggalkan dosa-dosa lahir, seperti pembunuhan, zina, pencurian dan sebagainya.
2. Al-taubah bagi orng khawwas, yaitu menyesali dan meninggalkan dosa-dosa batin, seperti kesombongan, keangkuhan dengki dan sebagainya..
3. Al-taubah bagi orang khawwas al-khawwas, yaitu menyesal dan meninggalkan perbuatan lalai dari zikir, Karena keistimewaan gologan ini adalah batinnya selalu ingat akan Allah swt.

DALIL TAUBAT
QS. At-Tahrim ayat 8

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّتِ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الألهز يوم لا يخزى الله التين والذِينَ ءامَنوا مَعَة لوزهم يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَأَغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَىٰ كل شيء قدير

TERJEMAHAN
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah- mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahankesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang- orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Mengenai makna taubat nasuha dikemukakan dalam tafsir Sa,id Hawwa: Taubat yang benar atau yang mumi. Istilah taubat nasuha dalam ayat Tersebut dimaknai oleh Sa'id Hawwa yaitu taubat sadiqah (jujur, benar) dan khalisah (murni, bersih, tulus).

Selanjutnya dijelaskannya dengan mengutip Ibnu Kasir bahwa taubat nasuha adalah taubat yang menghapus kesalahan yang lewat. Berbagai kekusutan ataupun kesalahan yang membuat diri terhina dan rendah lalu dihimpun dan menjadi terhapus dengan taubat. Artinya taubat tersebut berfungsi menghilangkan dan menghapus kesalahan. Taubat juga dipahami dapat memutus rangkaian dosa ibarat memutus tali yang mengikat suatu benda. Apabila ujung tali dekat benda tersebut dipotongmaka tidak ada lagi hubungan tali dengan benda tersebut. Begitulah tujuan yang dikehendaki dari taubat nasuha.

TAUBAT MENURUT PARA TOKOH SUFI

1. Imam Al-Ghazali
Beberapa konsep taubat yang diterangkan dalam kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghazali Imam al-Ghazali berpendapat bahwa, taubat adalah suatu usaha dari beberapa pekerjaan hati. Singkatnya, taubat itu ialah membersihkan hati dari dosa.

2. Rabi'ah Al-Adawiyah
Taubat mempunyai beberapa tingkatan
a) Tingkat pertama dari taubat adalah dengan membiarkan seseorang merasa bersalah dan menyesali perbuatannya secara mendalam.
b) Tingkat kedua, penyesalan (taubat) berarti menghapuskan kebiasaan masa lalu serta perilaku yang terus diulang okeh seseorang. 
c) Tingkat ketiga, menekankan bahwa bertaubat berarti membebaskan seseorang dari kecenderungan untuk tidak adil, rasa permusuhan, serta terhapusnya dorongan prasangka yang merusak. 

3. Dzun Nun Al-Mishri
Al-Misri membagi taubat menjadi tiga tingkatan, yaitu:
a) Orang yang bertaubat karena dan dosa dan keburukannya; 
b) Orang yang bertaubatdari kelalaiannya dan kealfaannya dalam mengingat Tuhan, subat karena memandangkebaikan dan ketaatannya

CONTOH SIKAP DAN PERILAKU
TAUBAT
1 Ikhlas artinya, taubat pelak dosa harus ikhlas ser ama-mata karena Allah Swt. bukan karena lainnya.
2. Menyesali dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama sekali maksiat yang telah dilakukannya, 
4. Tidak mengulangi artinya, seorang muslim harus bertekad tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar yaitu memohon ampun kepada Allah Swt atas dosa yang dilakukan terhadap hak-Nya
6. Memenuhi hak bagi orang-orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya, sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi Muhammad Saw. "Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba-Nya selama nyawanya belum sampai tenggerokan." (HR. At-Tirmidzi)

TAUBAT MENURUT PARA TOKOH SUFI
1. Imam Al-Ghazali
Beberapa konsep taubat yang diterangkan dalam kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghazali Imam al-Ghazali berpendapat bahwa, taubat adalah suatu usaha dari beberapa pekerjaan hati. Singkatnya, taubat itu ialah membersihkan hati dari dosa.

2. Rabi'ah Al-Adawiyah
Taubat mempunyai beberapa tingkatan
a) Tingkat pertama dari taubat adalah dengan membiarkan seseorang merasa bersalah dan menyesali perbuatannya secara mendalam.
b) Tingkat kedua, penyesalan (taubat) berarti menghapuskan kebiasaan masa lalu serta perilaku yang terus diulang oleh
c) Tingkat ketiga, menekankan bahwa bertaubat berarti membebaskan seseorang dari kecenderungan untuk tidak adil, rasa permusuhan, serta terhapusnya dorongan prasangka yang merusak seseorang

3. Dzun Nun Al-Mishri
Al-Misri membagi taubat menjadi tiga tingkatan, yaitu:
a) Orang yang bertaubat karena dan dosa dan keburukannya; 
b) Orang yang bertaubat dari kelalaiannya dan kealfaannya dalam mengingat Tuhan, 
c) Subat karena memandangkebaikan dan ketaatannya.

CONTOH SIKAP DAN PERILAKU

TAUBAT
1 Ikhlas artinya, taubat pelak dosa harus ikhlas ser ata-mata karena Allah Swt. bukan karena lainnya.
2. Menyesali dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama sekali maksiat yang telah dilakukannya, 
4. Tidak mengulangi artinya, seorang muslim harus bertekad tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar yaitu memohon ampun kepada Allah Swt atas dosa yang dilakukan terhadap hak-Nya
6. Memenuhi hak bagi orang-orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya, sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi Muhammad Saw.
"Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba-Nya selama nyawanya belum sampai tenggerokan." (HR. At-Tirmidzi)

MAQAMAT SABAR

PENGERTIAN SABAR

Secara harfiah, sabar artinya tabah hati, Di kalangan para sufi, sabar diartikan sabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah, dalam menjauhi segala larangan-Nya, dan dalam menerima segala percobaan yang ditimpakan-Nya pada diri kita. Dalam perspektif tasawuf sabar berarti menjaga menjaga adab pada musibah yang menimpanya, selalu tabah dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya serta tabah menghadapi segala peristiwa. Makna sabar menurut ahli sufi pada dasamya sama yaitu sikap menahan diri terhadap apa yang menimpanya.

DALIL SABAR

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَسْتَعِينُوا بالخير والصلوة إن الله مع الصبرين

QS. Al-Baqarah Ayat 153

TERJEMAHAN

Hai orang-orang yang percaya, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar." (QS al-Baqarah 2:153)

Di dalam Al-Qur'an disebutkan berbagai jenis kesabaran yang utama, Salah satunya : 
1). Sabar dalam menghadapi berbagai cobaan di dunia
"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. Al-Balad: 4) 
2). Sabar untuk tidak memperturutkan yang diinginkan oleh hawa nafsu. Sehubung dengan hal ini, Allah SWT. Telah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang mengerjakan hal tersebut maka sungguh mereka itu termasuk golongan orang yang merugi." (QS. Al-Munafiqun: 9)
3). Tetap bersabar, tidak pernah melirik pada kesenangan yang dimiliki oleh orang lain dan tidak terperdaya oleh harta serta anak-anak yang dimiliki oleh mereka.

SABAR MENURUT PARA TOKOH SUFI
1. Imam Al-Ghazali Al-Ghazali membagi sabar berdasarkan tingkat tiga yaitu terbagi menjadi tingkatan: 
a) Orang yang sanggup mengalahkan hawa nafsunya karena ia mempunyai daya juang yang tinggi.
b) Orang yang kalah oleh hawa nafsunya, ia telah mencoba bertahan atas dorongan hawa nafsunya, tetapi karena kesabaranya lemah maka ia kalah.
c) Orang yang mempunyai daya tahan terhadap dorongan nafsu tapi suatu ketika ia kalah dorongan karena besarnya  nafsu Meskipun demikian, ia bangun lagi dan terus bertahan dengan sabar atas dorongan nafsu tersebut. 
2. Dzun Nun al-Misn, sabar artinya menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, tetapi tenang ketika mendapatkan cobaan, dan menampakkan sikap cukup walaupun sebenamya bearda dalam kefakiran dalam bidang ekonomi.
3. A-Kalabadzi, mengatakan bahwa sabar adalah pengharapan akan kesenangan atau kegembiraan dari dan ini lebih tinggi maksudnya seseorang tak seharusnya mencari kesenangan atau kegembiraan.

CONTOH SIKAP DAN PERILAKU sabar

Perilaku sabar sebagai per jhayatan dan pengaman QS. al-Baqarah/2:153 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut. 
1. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt. Seperti sholat Ketika mendengar adzan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan berjamaah, Ketika bel berbunyi segera masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. 
2. Sabar dalam maksiat atau larangan Allah Swt. Seperti ketika diajak membolos sekolah teman temannya segera menolak dan melarangnya untuk membolos. 
3. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti Ketika terkena musibah sakit panu tidak mengeluh dan putus asa untuk berusaha mencari obatnya.

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO  Oleh : Qonita Salma Safira (21311103) A. MA'RIFAT 1. DEFINISI MA’RIFAT  Secara bahasa b...