MAQAMAT DALAM TASAWUF : FAQIR DAN ZUHUD
Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)
1. DEFINISI FAQIR
Secara harfiah fakir biasanya diartikan sebagai orang yang berhajat, butuh atau orang miskin. Sedangkan dalam pandangan sufi fakir adalah tidak meminta lebih dari apa yang telah ada pada diri kita. Al-faqr (kefakiran) menurut para sufi merupakan tidak memaksakan diri untuk mendapatkan sesuatu, tidak menuntut lebih dari apa yang telah dimiliki atau melebihi dari kebutuhan primer; bisa juga diartikan tidak punya apa-apa serta tidak dikuasai apa-apa selain Allah Swt.
Faqr berarti tidak meminta rezeki kecuali hanya untuk dapat menjalankan kewajiban kewajiban kepada-Nya. Sifat ini juga bermakna bahwa kita tidak meminta sungguhpun hal itu tidak ada pada diri kita. Namun demikian kita menerima jika diberi, tidak meminta tetapi tidak menolak. Lebih dari itu, sikap ini adalah merasa cukup dengan apa yang telah ada.
Dalil Al-Quran
لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أَحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضَ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّتِ تَعْرِفُهُمْ بسيمهم لا يستلون الناس الحافا وما تلقوا مِنْ خَيْرٍ فَإن الله به عليم:
Artinya:
"(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui."
Dalil Hadist
لكُلِّ شَيْءٍ مِفْتَاحٌ وَمِفْتَاحُ الجَنَّةِ حُبُّ المساكين والفُقَرَاءِ لِصَبْرِهِمْ هُمْ جُلسَاءُ الله ) : وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
Nabi saw bersabda, "Setiap sesuatu itu mempunyai kunci. Kunci surga adalah cinta kepada orang-orang miskin dan fakir karena kesabaran mereka dan merekalah orang-orang yang adil menurut Allah ta'ala di hari Kiamat." Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Bakar bin La'al dari Umar bin Khattab ra.
Contoh Sikap dan Perilaku Faqir
Segunung nikmat akhirat. Maka dunia disikapi sebagai suatu peringatan (fitrah) dari Tuhan, karena itu perlu uluran tangan-Nya untuk selamat dari cengkramannya. Adapun kesederhanaan adalah pola hidup yang mengakrabkan dan lebih mendekatkan jarak antara si miskin dengan si kaya. Hal ini sebagaimana dilakukan Rasulullah ketika menghadapi orang miskin, beliau memberikan semangat hidup bahwa kelompok miskin akan masuk surge 50 tahun mendahului kelompok kaya.
2. DEFINISI ZUHUD
Kata Zuhud berasal dari bahasa Arab, zahada, yazhudu, zuhdan yang artinya menjauhkan diri, tidak menjadi berkeinginan, dan tidak tertarik. al-Zuhd secara etimologis, berarti tidak tertarik terhadap sesuatu dan meninggalkannya. Zuhada fi al-dunya, berarti mengosongkan diri dari kesenangan dunia untuk ibadah.
Secara istilah zuhud adalah:sebagai suatu sikap melepaskan diri dari rasa ketergantungan terhadap kehidupan duniawi dan segala kenikmatannya, dengan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Inti dan tujuan zuhud adalah tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan akhir. Jangan sampai kenikmatan duniawi menyebabkan susutnya waktu dan perhatian kepada tujuan yang sebenarnya, yaitu kebahagiaan yang abadi di hadhiraf Ilahi
Dalil Al-Quran QS. Al-Qasas:77
وَابْتَغِ فِيْمَا أنك الله الدار الآخرة ولا تلس نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأحْسِنُ كَمَا أحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْعَ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya:
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan." Dalam potongan ayat ini anjuran agar kita berperilaku zuhud dalam keadaan kita memiliki harta, karena itu zuhud tidak lantas dia fakir dan miskin.
Dalil Al-Quran QS. Al-Hadid:23
لكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا أَتَنكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلِّ مُخْتَالٍ فَخُورٌ 23
Artinya:
"Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri." Seorang ahli zuhud adalah seseorang yang tidak mudah untuk berduka cita terhadap kenikmatan yang luput darinya, dan tidak merasa sombong dengan kenikmata yang Allah SWT. karuniakan kepadanya.
Dalil Hadist
عن الزهري رض قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الزهد في الدنيا فقال: ٦ هو الا يغلب الحلال شكره، ولا الحرام صبره
Artinya:
Nabi saw bersabda, "Setiap sesuatu itu mempunyai kunci. Kunci surga adalah cinta kepada orang-orang miskin dan fakir karena kesabaran mereka dan merekalah orang-orang yang adil menurut A hari Kiamat." Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Bakar bin La'al dari Umar bin Khattab
Contoh Sikap dan Perilaku Zuhud
Ibn Qudamah menerangkan bahwa setiap orang selayaknya menerapkan zuhud dalam tujuh hal, yaitu:
1. Makanan yang dikonsumsi hanya sekedar untuk menghilangkan sikap lapar dan menguatkan fisik saja, bukan untuk kenikmatan semata.
2. Pakaian yang dikenakan semata untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin serta menutup aurat.
Contoh Sikap dan Perilaku Zuhud
3. Tempat tinggal, dalam hal ini terdapat beberapa tingkatan:
-Tingkat tertinggi, merasa puas dengan berada di sudut masjid.
-Tingkat menengah, tempat seperti gubuk yang terbniuat dari pelepah kurma
atau dari bamboo.
-Tinggat terendah, tempat atau kamar yang dibangun khusus.
4. Perangkat rumah yang sederhana.
5. Pernikahan harus sesuai dengan aturan agama baik tujuannya maupun banyaknya.
6. Harta hanya sekedar untuk keperluan sehari-hari.
7. Kenormatan atau derajat harus dimiliki setiap orang.
Tiga hal yang menjadi syart utama dalam mewujudkan sikap zuhud dan faqir
1) Pendek angan (qasar al-amal)
2) Selalu mengingat mati (dzikir al-maut)
3) Sering ziarah ke kubur (ziyarah al-qubur)
No comments:
Post a Comment