HUBUNGAN AKHLAK DAN TASAWUF
Hubungan
Akhlak Dan Tasawuf Dengan Ilmu Ilmu Ilmiyah
Oleh
: Qonita Salma Safira (213111036) PAI 3A
1). Akhlak, Tasawuf, dan Etika
Etika : Ilmu yang mempelajari aktivitas horizontal
manusia dalam kaitannya dengan sistem nilai, baik maupun buruk. Yangmana ukuran
baik dan buruk dikerangkakan menurut akal pikir manusia.
Ø Persamaan
dan Perbedaan Akhlak, Tasawuf, dan Etika :
Adanya keharusan lahirnya sebuah aktivitas.
Ø Perbedaan
Akhlak, Tasawuf, dan Etika :
- Akhlak dan tasawuf : Aktivitas yang dipastikan lahir
dari kondisi Jiwa yang dipijakkan pada suruhan Allah dan Rosul. Serta
diorientasikan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
- Etika : Aktivitas yang berhenti ditingkat
horizontal.
Ø Hubungan
Akhlak, Tasawuf, dan Etika
- Ada baiknya, bila aktivitas akhlak dan tasawuf tidak
meninggalkan etika selama tidak bertentangan dengan suruhan Allah SWT. Dan
rasul-Nya.
- Aktivitas etika tidak meninggalkan akhlak dan
tasawuf, agar aktivitas yang dilahirkan tidak mejadi beban dosa yang menganggu
kondisi psikis pelakunya karena secara vertikal dilarang Allah SWT.
2). Akhlak, Tasawuf, dan Ilmu Kalam
Ilmu Kalam adalah Ilmu yang membicarakan mengenai
wujud Allah SWT, sifat-sifat yang mesti ada pada-Nya, sifat-sifat yang tidak
ada pada-Nya, sifat-sifat yang mungkin ada pada-Nya, hingga Rasul Allah untuk
menetapkan kebenaran akan kerasulannya.
Ø Persamaan
dan Perbedaan Akhlak, Tasawuf, dan Ilmu Kalam
- Kajian yang mempunyai dasar pijakan yang sama, yaitu
Al-Qur’an dan hadits;
- Objek Materiil kajian keduanya sama, yaitu manusia.
Ø Perbedaan
Akhlak, Tasawuf, dan Ilmu Kalam :
- Akhlak : Objek formal kajiannya adalah hubungan
horizontal
- Tasawuf : Objek formal kajiannya adalah hubungan
vertikal
- Ilmu Kalam : Objek formal kajiannya adalah Keyakinan
dan aqidah yang benar kepada Allah SWT.
Ø Hubungan
Akhlak, Tasawuf, dan Ilmu Kalam
3). Akhlak, Tasawuf, dan Filsafat
Filsafat : Kebebasan berpikir manusia terhadap segala
sesuatu tanpa batas dengan mengacu pada hukum keraguan atas segala hal.
Ø Hubungan
Akhlak, Tasawuf, dan Filsafat
Ø Agar
Filsafat tidak menghasilkan sesuatu yang deduktif-idealistis, dimana kebenaran
hanya mengangkasa, diperlukan nalar intuisi (tasawuf) untuk menjadikan
kebenaran filsafat bisa lebih terinternalisasi dalam penghayatan iman yang
sempurna.
Agar tasawuf tidak terjebak kepada fatalistis dan
dominasi mitos, maka filsafat menjadi sesuatu yang sangat diperlukan untuk melengkapi
tasawuf
4). Akhlak, Tasawuf, dan Psikologi
Psikologi adalah Ilmu yang mempelajari jiwa seseorang
melalui gejala perilaku yang dapat diamati.
Ø Perbedan
Mendasar Tasawuf dan Psikologi
a. Tasawuf
- Orientasi studi pada manusia sebagai objek materiil
melalui pembentukan kondisi psikisnya dengan nuansa sifat-sifat ilahiyah:
- Kondisi jiwa yang masih belum sempurna menjadi
kewenangan tasawuf untuk membentuknya.
b. Psikologi
- Banyak mengorientasikan kajiannya pada fenomena dan
realitan perilaku manusia sebagai refleksi dari kondisi psikisnya
- Kewenanganya pada pernyataan jiwa yang bersifat
lahiriyah.
Ø Hubungan
Akhlak, Tasawuf, dan Psikologi
Tasawuf dan psikologi sama-sama menjadikan jiwa
manusia sebagai obiek kalian > Akhlak menjadi penting untuk menyertainya
> Karena aktivitas horizontal yang menjadi kajian ilmu akhlak lahir dari
pernyataan jiwa yang masih memerlukan penyempurnaan melalui shofiyatul qolb
yang menjadi kajian tasawuf.
No comments:
Post a Comment