Thursday, December 1, 2022

AKHWAL DALAM TASAWUF : TAWADHU' DAN TAQWA

AKHWAL DALAM TASAWUF : TAWADHU' DAN TAQWA

Oleh : Qonita Salma Safra (213111036)

Pengertian Tawadhu'

Bahasa
kata tawadhu berasal dari kata wadh'a yang berarti merendahkan, serta juga berasal dari kata "ittadha'a" dengan arti merendahkan diri. Disamping itu, kata tawadhu juga diartikan dengan rendah terhadap sesuatu.

Istilah
tawadhu adalah menampakan kerendahan hati kepada sesuatu yang diagungkan. Bahkan, ada juga yang mengartikan tawadhu sebagai tindakan berupa mengagungkan orang karena keutamaannya, menerima kebenaran dan seterusnya
Pengertian Tawadhu Secara Terminologi berarti rendah hati, lawan dari sombong atau takabur.

Dalil 
Gambaran tawadhu' disebutkan dalam Al-Qur'an surah 25, Al-Furqan ayat 63:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
‎‫وعباد الرحمن الذين يمشون على الارض هونا واذا خاطَبَهُمُ الْجَهَلُونَ قَالُوا سَلَمًا‬‎
Artinya :
“Adapun hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang, mereka adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan ketika orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata hinaan), mereka mengucapkan, “salam”

Perintah untuk Memiliki Sikap Rendah Hati'
a. Tawadhu' di depan kedua orang tua yang ditekankan Surah 17, Al-Isra ayat 24 
b. Tawadhu' terhadap sesama muslim, yang ditekankan dalam surah 26, ash-Shu'ara ayat 215
c. Tawadhu' saat bersosialisasi. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 31, Luqman ayat 19

Bentuk Dan Contoh Tawadhu'
Tanda orang yang tawadhu' adalah di saat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu' dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya.
contoh tawa nabi :
a. Anas ra jika bertemu dengan anak-anak kecil maka selalu mengucapkan salam pada mereka, ketika ditanya mengapa ia lakukan hal tersebut ia menjawab: Aku melihat Nabiku tercinta selalu lakukan itu. (HR. Bukhari, Fathul Bari'-6247). 

Bentuk-bentuk perilaku tawadhu' seseorang antara lain: 
a. Menghormati orang yang lebih tua atau orang yang lebih pintar darinya
b. Sayang kepada vang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya
c. Hargai pendapat atau omongan orang lain
d. Bersedia mengalah demi kepentingan umum 
e. Santun dalam berbicara kepada siapapun
f. Tidak suka disanjung orang lain atau keberhasilan yang dicapai

Ciri-Ciri Orang Yang Menghina sebuah. 
a. Sopan dan santun dalam berbicara
b. Berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari
c. Tidak memiliki sikap sombong apalagi menang sendiri
d. Berani mengakui kelemahan dan kesalahan yang dimilikinya e. Tidak memaksakan kehendak pribadinya kepada orang lain.

Aspek Tawadhu'
Menurut Ilyas (2001) ada beberapa bentuk dari tawadhu di antarnya: 
a) Tidak menonjolkan diri dari orang yang level atau statusnya sama, kecuali apabila sikap tersebut menimbulkan kerugian bagi agama atau umat Islam 
b) Berdiri dari tempat duduknya dalam satu majelis untuk menyambut kedatangan orang yang lebih mulia dan lebih berilmu daripada dirinya dan mengantarkan ke pintu keluar ketika hendak meninggalkan majelis 
c) Bergaul dengan orang yang awam dengan ramah dan tidak memandang dirinya lebih dari mereka,

Dampak Positif membiasakan sikap merendah.
a. Membangkitkan simpati pihak lain sehingga suka bergaul dengannya.
b. Akan dihormati secara tulus oleh pihak lain sesuai nalurinya bahwa setiap manusia ingin dihormati dan menghormati.
c. Mempererat hubungan persaudaraan antara dirinya dan orang lain. 
d. Mengangkat derajat dirinya sendiri dalam pandangan Allah maupun sesama manusia,

Upaya Membiasakan Diri Bersikap Tawadhu'
a) Menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berbeda
b) Berusaha mengendalikan diri agar tidak menunjukkan kelebihan itu dimiliki 
c) Melatih diri untuk dapat menghargai kemampuan orang lain,tidak meremehkannya

TAQWA
Pengertian Taqwal
Kata taqwa diambil dari akar kata yang berarti menghindari, menghindari, atau menjaga diri (Shihab, 1998, hal. 531). 
Secara harfiah taqwa berasal dari kata tuhan, yaqii, wiqaayah yang berarti memelihara menjaga dan lain sebagainya (Munawwir, 1984,hal.1577). 
Kalimat perintah ittaqullah secara harfiah berarti: hindarilah, jauhilah, atau hati-hati di jalan dirimu dari Allah. Makna ini tidak lurus bahkan mustahil dilaksanakan oleh makhluk

Dalil Al-Qur'an Tentang Taqwa
Menurut al-Razy taqwa dalam Al-Qur'an berarti rasa khasyyah 20/2:2000 takut Seperti dalam firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 1
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu Maksudnya: "Wahai manusia takutlah kepada Tuhan kamu Selain bermakna rasa takut, al Razy mengungkapkan lima makna takwa lainnya, yaitu:
1. Iman, firman Allah 'Dan ingatlah ketika Tuhanmu memanggil Musa: datanglah kepada para penindas, yaitu kaum Fir'aun, mengapa mereka tidak saleh (Q.S AlSyu'ara: 10-11).
Artinya, mengapa mereka tidak percaya
2. Tobat, firman Allah: “Jika penduduk negeri itu beriman dan takut, pasti
Kami menghujani mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mengingkari (ayat-ayat Kami), maka Kami akan menghukum mereka atas apa yang mereka kerjakan". (QS Al-Araf: 96). Yaitu percaya dan bertobat.
3. Ketaatan, sebagaimana Allah berfirman: "Dan kepunyaan-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan bagi-Nya (ketaatan) agama itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu takut selain Allah?" (QS. Al-Nahl: 52). Artinya, mengapa kamu menaati selain Allah?
4. Tinggalkan kemaksiatan, firman Tuhan: "Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya dan bertakwalah kepada Tuhan agar kamu beruntung". (Q.SAI Baqarah: 189). Arti "menjadi orang benar": tidak melanggar aturan-Nya. 
5. Ikhlas, sebagaimana firman Allah: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan perintah-perintah Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (QS. Al-Hajj: 32). Kesalehan hati berarti dari keikhlasan hati.

Contoh Sikap dan Perilaku Taqwa
Dalam surat Al-Baqarah: 177 Allah juga menjelaskan bagaimana contoh dan karakteristik dari orang-orang saleh.
Ayat di atas menginformasikan bahwa karaketistik al-Muttaqin (orang-orang yang Dalam surat Al-Baqarah: 177 Allah juga menjelaskan bagaimana contoh dan karakteristik dari orang yang bertaqwa. Ayat di atas menginformasikan bahwa karaketistik al-Muttaqin (orang-orang yang Massaleh) yaitu:
(1). Percaya kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat, Al-Qur'an dan kitab-kitab lainnya dan para nabi.
(2). Menghabiskan sebagai miliknya.
(3). Membebaskan budakku
(4). Mendirikan shalat
(5). Mengeluarkan zakat.
(6). Tepati janjinya
(7), Kesabaran dalam kesulitan dan penderitaan dalam perang.

Ciri-Ciri Orang Bertakwa
1) Orang yang selalu menuju ampunan Allah
2) Suka menghabiskan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya, baik Dalam surat Al-Baqarah: 177 Allah juga menjelaskan bagaimana contoh dan karakteristik dari orang yang bertaqwa. Ayat di atas menginformasikan bahwa karaketistik al-Muttaqin (orang-orang yang saleh) yaitu:
(1). Percaya kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat, Al-Qur'an dan kitab-kitab lainnya dan para nabi.
(2). Menghabiskan sebagai miliknya.
(3). Membebaskan budakku
(4). Mendirikan shalat
(5). Mengeluarkan zakat.
(6). Tepati janjinya
(7), Kesabaran dalam kesulitan dan penderitaan dalam perang.

Ciri-Ciri Orang Bertakwa
1) Orang yang selalu menuju ampunan Allah
2) Suka menghabiskan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya, baik diwaktu lapang atau pun diwaktu sempit
3) Bersedia menahan amarahnya
4) Memaafkan kesalahan orang lain, berbuat baik, dan jujur
5) Ketika melakukan dosa dan kekejian segera bertobat dan mengingat Allah.iwaktu lapang atau pun diwaktu sempit
3) Bersedia menahan amarahnya
4) Memaafkan kesalahan orang lain, berbuat baik, dan jujur
5) Ketika melakukan dosa dan kekejian segera bertobat dan mengingat Allah.

No comments:

Post a Comment

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO  Oleh : Qonita Salma Safira (21311103) A. MA'RIFAT 1. DEFINISI MA’RIFAT  Secara bahasa b...