Wednesday, November 30, 2022

MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAWAKAL DAN MAHABBAH

MAQAMAT DALAM TASAWUF : TAWAKAL DAN MAHABBAH

Oleh : Qonita Salma Safira (213111036)

Pengertian Tawakal

Tawakal dalam bahasa Arab adalah turunan dari kata wakil Wakil adalah dzat orang yang dijadikan pengganti untuk mengurus atau menyelesaikan urusan yang mewakilkannya. Sehingga tawakal bermakna menjadikan seseorang sebagai wakimya, atau menyemhkan urusan kepada wakinya Tawakal kepada Allah adalah menjadikan allah sebagai wakil dalam mengurusi segala urusan dan mengandalkan Allah dalam menyelesaikan segala urusan.
Di antaranya dalam firman Allah

رب المشرق والمغرب لا إله إلا تو فَاتَّخِذَهُ وكيلا

Dialah Pemilik musyrik dan maghrib, tiada illah (yang berhak disembahnya) melainkan Dia, maka ambillah, dia sebagai pelindung. (QS. Al Muzzamil : 9)

maka amb Dia sebagai pelindung (05 al-Muzza Hakikat tawakal adalah penyerahan penyelesaian dan keberhasilan suatu urusan kepada wakil Kalau tawakal kepada Allah, berarti menyerahkan urusan kepada Alla setelah melengkapi syarat-syaratnya.

Pengertian tawakal menurut para ahli

Menurut Imam ar-Razi Tawakal adalah hendaknya seseorang dalam berusaha memperhatikan sebabsebab lahiriyah yang bisa mengantarkan ke arah keberhasilan, tetapi janganlah percaya
sepenuhnya hati terhadao sebab-sebab lahiriyah tersebut .

Menurut Imam Al-Ghazall Tawakal sebagai sebuah ungkapan dan penyandaran sebuah hati terhadap seseorang wall. Misalnya seorang yang didakwa secara salah telah melakukan suatu dosa, lalu dia muttaqil 'alaih, membuat perwakilan atas perdebatan tersebut kepada seorang yang dapat menyikapi kekaburan tersebut.

Menurut M. Quraish Shihab Mengatakan Tawakal berakar kata sama dengan wakil, bukan berarti penyerahan secara mutlak kepada Allah SWT kan tetapi penyerahan tersebut harus didahului dengan usaha manusia.

Hadits dan Dalil Tawakal

لو أنكم كنتم توكلون على الله حق توكله لززفتم كما يرزق الطير تغدو

خفاضا وتروح بطانا

Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah sungguh Allah akan membert kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang (HR. Tirmidzi basan shahh)

وعلى الله فتوكاوا إن كنتم مؤمنين

Dan hanya kepada Allah-lah kalian betawaka, jika kalian benar-benar orang yang beriman" (QS. Al-Maidah: 23)

sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang (HR. Tirmidzi, hasan shahihi).

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين

"Dan hanya kepada Allah-lah kalian betawakal, jika kalian benar-benar

orang yang beriman" (QS. Al-Maidah: 23)

Manfaat Tawakal
a. Dijamin Kemudahan dunia dan akhirat
b. Mudah beradaptasi dengan masalah apapun
c. Tawakal dapat mempertebal dan tidak mudah putus asa 
d. Tawakal dapat membuat seseorang menjadi lebih mandiri
e. Allah akan mencukupkan rezeki
f. Diberikan kenikmatan yang tiada hentinya

Tingkatan-Tingkatan Tawakal

a. Mengenal Rabb berkut stay/kunya kekayaanNya kemandirianNya berakhimya segala perkara kepada matan kemunculannya karena masyah hendak dan kodratnya 
b.  Menetapkan sebab dance akibat
c. Mengokohkan hati pada pijakan tauhid tawakal (mengesukar Atuh dalam bertawakal).
d. Bersandarnya hati dan ketergantungannya serta ketentramannya kepada Allah
e. Baik sangka kepada Allah Swt.
f. Menyerahkan  ham kapadanya membawa seluruh pengaduan kepadanya, dan tidak menentangnya
g. Melimpahkan wewenang (perkara) kepada Allah (tafwidh).

Contoh Perilaku Tawakal

a. Sebelum dan setelah kita ujian, diiringi dengan berdoa dan menyerahkan semua kepada Allah SWT.
b. Ketika kita meninggalkan rumah, kita bertawakal kepada Allah SWT atas rumah yang kita tinggalkan.
c. Ketika kita mendapatkan suatu masalah, maka berserah diri kepada Allah SWT dan berdoa agar segera mendapatkan solusi dari masalah yang kita alami.
d. Ketika kita berdoa ke rumah sakit, kita berserah diri dan memohon kepada Allah agar diberi kesembuhan.
e. Ketika kita mencari risky, kita berserah diri kepada Allah yang Maha Pemberi Risky
f. Ketika belum menemukan jodoh, kita berserah diri Kepada Allah SWT sembari berdoa agar segera didekatkan dengan jodoh kita.

MAHABBAH

Pengertian Mahabbah

Kata mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam atau kecintaan atau cinta yang mendalam. Dalam Mujam al-Falsafi Jamil Shaliba mengatakan mahabbah adalah lawan dari albaghd, yakni cinta lawan dari benci, Al-Mahabbah dapat pula berarti al wadud yakni sangat kasih atau penyayang. Jadi mahabbah artinya cinta. Cinta kepada Allah memang suatu ajaran yang amat ditekankan dalam Islam. Pengertian mahabbah dari segi tasawuf akan dikemukakan al-Qusyairi sebagai berikut: 
al-mahabbah adalah hal (keadaan) jiwa yang mulia yang bentuknya adalah disaksikannya (kemutlakan) Allah SWT, oleh hamba, selanjutnya yang dicintainya itu juga menyatakan cinta kepada yang dikasihi-Nya dan yang seorang hamba mencintai Allah SWT

Pengertian lain yang diberikan kepada mahabbah yaitu, antara lain
a Memeluk kepatuhan pada Tuhan dan membenci sikap melawan kepada-Nya 
b. Menyerahkan seluruh diri kepada yang dikasihi 
c Mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali dari yang dikasihi, yaitu Tuhan tabir yang memisahkan diri seseorang dan Tuhan.

Pandangan Al-Qur'an dan Hadits mengenai Mahabbah

قل إن كنتم تحبون اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ الله

Jika kamu cinta kepada Allah maka turutlah aku dan Allah akan mencintai kamu."
(05. Ali Imron 3:30)

ولا يزال عبدي يتقرب الي با انوافل حتى أحبه ومن أحببته كنت له سمعا وبصرا ويدا

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan hingga Aku cinta padanya Orang yang Kucintai menjadi telinga mata dan tangan-Ku".

Kedua ayat dan satu hadist di atas memberikan petunjuk bahwa antara manusia dan Tuhan dapat saling mencintai Ayat dan hadist tersebut juga menjelaskan bahwa pada saat terjadi mahabbah diri yang dicintai telah menyatu dengan yang mencintai yang digambarkan dalam telinga mata dan ngan Tuhan. Dan untuk mencintai keadaan tersebut dilakukan dengan amal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh

Macam-Macam Mahabbah

a. Cinta Kepada Allah (Mahabbanul Ibadah)
Yaitu rasa cinta yang disertai dengan sikap merendahkan diri dan mengagungkan sesuatu yang dicinta dengan pengagungan yang membawa kepada ketundukan, menjalankan seluruh perintahnya, dan menjauhi selundh larangannya Barang siapa memberkan mahabbah mikepada Atah serata dia benar-benar orang yang berman Indah mahabbah yang merupakan rukun iman dan tauhid. 
b. Cinta Kepada Allah (Mahabbah Fillah)
Yaitu rasa cinta terhadap sesuatu yang muncul pada diri seseorang disebabkan kecintaannya kepada Allah atau kama sesuatu dicintai oleh Allah. Jenis mahabbah yang kedua mengikuti mahabbah yang pertama. Artinya mahabbah ini bernilai ibadah yang sangat agung bukan karena semata mata kecintaan seseorang kepada sesuatu tersebut, melainkan kama kecintaan tersebut merupakan tuntutan kecintaan kepada Allah.
c. Cinta Kepada  Manusia  (Mahabbah ath-Thabiyyati)
Yaitu kecintaan serang kepada semua, yang merupakan sifat bawaan manusia. Pada dasarnya ini semua merupakan  kecintaan yang mubah. Namun apabila kecintaan nimendong kepada Adah dan ketaatan kepadanya, aga sabagalbadah dan mask dam kataon mahabbah filialnya apabila kecintaan ini mengalahkan kecintaan kimada Allah menghalangidan taran bepada-Nya dan menjadi sarana melakukan hal-hal yang dibenarkan oleh Allah.
Contoh Perilaku Mahabbah
a. Cinta kepada Allah
1. Mencintai Allah melebihi kecintaan kepada segala-galanya, inilah tauhid.
2. Mencintai selain Allah sebagaimana mencintai Allah, inilah keyakinan.
3. Mencintai selain Allah melebihi kecintaan kepada Allah. Ini lebih berat daripada sebelumnya.
4. Mencintai kepada Allah dalam kondisi tidak ada dalam hatinya kecintaan kepada Allah sedikit pun. Ini petaka yang paling Besar. (Al Qoulul Mufid ala kitabit tauhid)
b. Cinta kepada manusia
1. Rasa kasih sayang,seperti kucintaan orang tua kepada anak anaknya, belas kasih kepada orang yang lemah, rasa iba terhadap orang sakit, anak yatim, orang miskin, dan lainnya.
2. Rasa Hormat, seperti penghormatan anak kepada kedua orang tuannya, santri kepada gurunya, anak muda kepada yang lebih tua.
3. Selera, seperti kesukaan seseorang pada makanan, minuman, pernikahan, rumah, kendaraan, harta benda, pekerjaan, dan lainnya

No comments:

Post a Comment

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO

MAQAMAT DALAM TASAWUF : MA'RIFAT DAN RIDHLO  Oleh : Qonita Salma Safira (21311103) A. MA'RIFAT 1. DEFINISI MA’RIFAT  Secara bahasa b...